Segera Dibuka, Kelok 23 Jadi Harapan Baru Ekonomi Sisi Barat Gunungkidul
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta saat meninjau rumah relokasi bagi warga terdampak korban longsor di Padukuhan Blembem, Candirejo, Semin, Kamis (14/12/2023)/Istimewa-Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyerahkan bantuan hibah rumah kepada enam keluarga terdampak tanah longsor di Padukuhan Blembem, Candirejo, Semin, Kamis (14/12/2023).
Adanya bantuan ini, maka warga tak lagi tinggal di tempat pengungsian. “Rumah barunya sudah jadi dan harus dimanfaatkan serta dirawat dengan sebaik-baiknya,” kata Sunaryanta kepada wartawan, Kamis siang.
Menurut dia, tempat relokasi untuk pembangunan rumah baru sangat representative. Di sisi lain, warga juga tidak perlu khawatir karena lokasinya jauh dari potensi longsor. “Dulu tinggal di daerah rawan longsor dan sempat mengungsi. Sekarang, rumah barunya lebih nyaman dan aman dari potensi longsor,” katanya.
Lurah Candirejo, Semin, Agus Supriyadi mewakili warga terdampak longsor mengucapkan terima kasih kepada bupati atas bantuan yang diberikan. Pasalnya, dengan adanya bantuan maka proses relokasi bisa berjalan dengan lancar.
Menurut dia, pascalongsor yang terjadi pada pertengahan November 2023. Selain merusak rumah warga, juga ada dua korban meninggal dunia tertimbun material longsor dari perbukitan di Padukuhan Blembem. “Selama belum ada tempat tinggal baru, maka warga terdampak tinggal di tempat pengungsian di bekas SD di depan balai kalurahan,” katanya.
Menurut Agus, warga terdampak sudah bisa menempati tinggal baru lewat program relokasi yang digulirkan Pemkab Gunungkidul. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat bagi Masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Rumah Relokasi untuk Korban Tanah Longsor Candirejo Mulai Dibangun
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan untuk pembangunan rumah relokasi warga terdampak longsor di Padukuhan Blembem dialokasikan sebesar Rp300 juta. Ini berarti setiap keluarga mendapatkan bantuan sebesar Rp50 juta. “Sudah selesai dan sekarang bisa ditempati,” katanya.
Menurut dia, proses relokasi harus melalui proses yang Panjang. Pasalnya, warga terdampak tidak memiliki lahan untuk membangun rumah yang baru. “Ada bantuan dari Ikatan Keluarga Candirejo serta donasi untuk membeli lahan sehingga pembangunan bisa terlaksana,” katanya.
Irawan menambahkan, di tahun ini juga ada program rehabilitasi sebanyak enam rumah di Kalurahan Semin, Ponjong dan Gedangsari. Adapun anggaran yang disediakan sebesar Rp180 juta dan masih-masing penerima memeroleh Rp30 juta. “Jadi total pembangunan semuanya menelan biaya Rp480 juta yang bersumber dari APBD Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Purbaya Yudhi Sadewa bikin netizen penasaran lewat caption “Udah siap belum?” setelah tak lagi menjabat Menteri Keuangan.
Harga emas Pegadaian hari ini 15 September 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual serta buyback.
Macklemore dicoret dari sisa tur Ed Sheeran di AS setelah dukung Palestina. Sejumlah venue disebut menolak konser jika ia tetap tampil.
Harga rumah Yogyakarta mencapai median Rp2 miliar pada Agustus 2026. Harga naik 14,3%, sedangkan listing turun 27,4%.
Joanna Wietrzyk menang HYROX Beijing setelah insiden di tengah lomba. Kenali profil dan prestasi atlet Australia tersebut.