Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Pembagian ayam gratis di Kota Jogja./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Orang-orang yang tidak sabar berebut ayam gratis yang dibagikan Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta (Apayo) di sisi Timur Balai Kota Jogja, Rabu (26/6/2019).
Ayam hidup sedianya akan dibagikan mulai pukul 14.00 WIB. Meski begitu, warga sudah menunggu di sekitar Balai Kota Jogja sekitar pukul 13.00 WIB. Kerumunan warga juga menarik perhatian para pengguna jalan yang lantas ikut menunggu.
Saat sekitar 20 armada pengangkut ayam memasuki area lokasi, warga sudah berkerumun. Sebagian warga mendapatkan kupon yang dibagi panitia. Namun saat beberapa mobil pengangkut hendak pergi menuju titik pembagian lainnya di Alun-Alun Utara, TKP Sriwedani dan Stadion Kridosono, warga yang sudah tak sabar menunggu akhirnya menyerbu mobil pengangkut untuk mengambil ayam.
Sebuah mobil pengangkut ayam juga terpaksa berhenti di tengah jalan Ipda Tut Harsono. Beberapa orang mengambil rak-rak ayam hidup kemudian membagikannya kepada warga lainnya. Situasi sempat runyam beberapa saat. Sebagian warga mendapatkan ayam dan tidak sedikit yang harus gigit jari.
Ketua Apayo Hari Wibowo menyesal karena sejumlah warga tidak sabar untuk mengantre. Mereka yang tidak kebagian kupon, mencoba untuk mengambil sendiri ayam yang masih ada di rak. Meski begitu, dia memahami kondisi tersebut karena warga sangat antusias untuk mendapatkan ayam secara cuma-cuma.
Dia juga bersyukur, di tengah situasi berebut itu tak ada warga yang sampai terluka atau sampai mengalami kecelakaan. “Kami tidak menduga masyarakat sangat antusias,” katanya.
Sejatinya, kata Hari, Apayo sudah mengantisipasi dengan membagikan kupon kepada warga tak mampu. Dia meminta maaf kepada warga yang sudah mendapatkan kupon tetapi tidak mendapatkan ayam karena kondisi di Balaikota tidak terkendali. Meksipun panitia sudah dibantu aparat kepolisian yang mengatur lalu lintas, jumlah warga yang datang tidak sebanding.
Pembagian ayam di tiga titik lainnya berjalan tertib. Warga antusias dan mematuhi arahan dari petugas baik kepolisian, aparat TNI dan panitia. Seperti yang terlihat di Kridosono. “Kami mengacungi jempol kepada Polsek Gondokusuman dan Komamil setempat. Warga bisa tertib mengantri dan proses pembagian ayam berjalan aman baik yang kebagian kupon maupun yang tidak,” kata Hari.
Apayo membagikan sekitar 6.300 ekor ayam. Ayam-ayam ini milik anggota Apayo seperti UMI Group, Trisula, Mustika, Ciomas, RPB dan Janu Putra. “Kami berharap aksi ini bisa didengarkan oleh pemerintah. Sebab sampai saat ini harga jual ayam masih jauh di bawah HPP. Kami berharap pemerintah bisa membantu agar harga jual ayam di kalangan peternak bisa stabil dan tidak merugikan peternak,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.