Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Ilustrasi pelestarian lingkungan/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO- Dari tiga warga yang diusulkan, dua warga Kulonprogo meraih penghargaan Kalpataru tingkat DIY. Sebelumnya, proses panjang penilaian dilalui oleh keduanya.
Kepala Bidang Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo, Heni Hernawati mengatakan setelah mengusulkan tiga warga Kulonprogo dalam pemberian penghargaan Kalpataru tingkat DIY, dua warga berhasil mendapatkan penghargaan tersebut. Dua warga tersebut Sugiyanto warga Dusun Kroco, Desa Sendangsari, Pengasih untuk Kategori Pembina Lingkungan dan Heru Basuki, seorang guru SMP di Kokap untuk Kategori Pengabdi Lingkungan.
"Setelah melalui proses penilaian berjenjang dan panjang akhirnya membuahkan hasil yang manis," katanya pada Rabu (26/6/2019). Penghargaan tersebut diberikan kepada keduanya berbarengan dengan perwakilan dari kabupaten kota lainnya. Total ada 12 orang yang mendapat penghargaan Kalpataru tingkat DIY.
Sugiyanto yang mendapatkan penghargaan Kalpataru itu dianggap mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungannya dan dianggap mampu melindungi lahan kritis menjadikannya lahan produktif. Sedangkan, Heru Basuki dianggap mampu menstimulus rekan-rekan guru lainnya untuk menyusun perangkat pembelajaran yang mengarah pada pengelolaan lingkungan.
Pada April lalu, verifikasi dilakukan di tempat ketiga warga Kulonprogo yang diusulkan untuk mendapatkan penghargaan Kalpataru itu. Verifikasi dilakukan untuk melihat langkah-langkah ketiganya dalam menjaga lingkunga. Hanya Dwi Martuti Rahayu, seorang warga Dusun Salak Malang, Desa Banjarharjo, Kalibawang saja yang tidak mendapatkan penghargaan tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo, Arif Prastowo berharap, dua warga Kulonprogo yang mendapatkan penghargaan itu tidak berhenti hanya sebatas menerima penghargaan saja, tapi ke depan terus berjuang bagi kelestarian lingkungan. "Harapannya dengan dapatnya penghargaan ini, bisa termotivasi lagi untuk terus menjaga lingkungan," ujar Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Harga pangan nasional hari ini menunjukkan cabai rawit merah Rp78.500/kg, telur Rp33.950/kg. Simak daftar lengkap harga terbaru dari PIHPS.
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.