KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, BANTUL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul telah menghitung berapa jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk Pilkada 2020. Untuk saat ini KPU telah mengajukan anggaran dana tersebut dalam kisaran Rp29 miliar.
Ketua Divisi Penrencanaan, Data dan Informasi KPU Bantul Arief Widayanto menyampaikan ajuan dana tersebut adalah jumlah anggaran yang dihitung mulai dari bulan Januari 2020 mendatang.
“Meskipun tahapannya sudah di mulai pada september mendatang tapi kami mengadakan pengajuan yang hitungannya mulai dari Januari 2020. Sedangkan untuk tahapan September hingga Desember 2019 yang sifatnya perencanaan dan penyiapan, kami akan menggunakan dana dari dana rutin kita dan dana yang dari Pemda,” katanya kepada Harianjogja.com pada Kamis (28/6/2019).
Ia juga menyampaikan bahwa dana sebesar Rp29 miliar tersebut bersumber dari dana APBD. Jika dibandingkan dengan Pilkada 2015 lalu, jumlahnya memang lebih banyak daripada sebelumnya.
“Lebih pas itu Rp29 miliar lebih sedikit, jadi tidak pas Rp29 miliar. Memang pengajuannya lebih banyak daripada sebelumnya, tapi hal tersebut disebabkan oleh perbedaan harga bahan pada 2015 kan belum naik sedangkan di tahun 2020 harga bahan serta kebutuhan lainnya sudah berbeda lagi,” lanjut Arief.
“Jadi Rp29 miliar itu banyangan saya sudah cukup untuk mencukupi keperluan semuanya termasuk biaya yang dibutuhkan untuk badan ad-hoc. Kemudian setelah direview oleh beberapa pihak ternyata kita diminta untuk mendekati angka 20 miliar. Maka dari pengajuan itu masih kita hitung-hitung lagi,” kata Arief.
Areif juga menyampaikan honor untuk badan ad-hoc sendiri masih sama seperti pemilu serentak pada April lalu, namun jika hitungan dirasa terlalu banyak maka pihaknya akan melakukan penghitungan lagi.
"Honor badan ad-hoc kita ajukan sesuai dengan pemilu 2019 skema awalnya. PPK Rp1,6 juta, Ketua PPK Rp1,8 juta, PPS Rp900 ribu, dan KPPS Rp450 ribu. Ini masih menjadi pertimbangan. Jadi semisal dirasionalisasikan jangan terlalu jauh dari itu," jelasnya.
Pihaknya juga telah menghitung jumlah individu di badan ad-hoc se-kabupaten Bantul disesuaikan dengan regulasi pemilu serentak kemarin.
"Rincian jumlah PPK masih pakai regulasi pemilu kemarin ada 85, PPS ada 225. Lalu jumlah KPPS masih dilakukan estimasi perkiraan TPS. Kalau yang kita ajukan saat ini 1868 TPS dikali 9 petugas termasuk linmas jadi ada 16.884. Tapi belum final, itu masih asumsi kami yang berdasarkan jumlah TPS," tutup Arief.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Rahmat Erwin Abdullah meraih emas Asian Games 2026 nomor 75 kg putra dengan total 366 kg. Ia juga mencatatkan rekor dunia lewat angkatan clean and jerk.
Elf rombongan wisatawan asal Bogor terguling di Tanjakan Bundelan, Gunungkidul. Satu penumpang tewas dan lima orang dirawat.
Oxford Economics merilis Global Cities Index 2026 yang memeringkat 1.000 kota. New York, London, dan Paris berada di tiga posisi teratas.
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.
DPD PDI Perjuangan DIY menyampaikan dukacita atas wafatnya Guruh Soekarnoputra dan mengajak kader serta simpatisan mendoakan almarhum.