Siklon BAVI Pengaruhi Cuaca di Jogja, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi
BMKG menyebut Siklon BAVI memengaruhi cuaca DIY. Prakiraan 5-7 Juli cerah berawan, namun gelombang laut selatan berpotensi tinggi.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU bersama Pemda DIY akan mencari titik lokasi yang pasti untuk menentukan trase tol Jogja-Solo. Persiapan pencarian titik lokasi tersebut masih menunggu Pusat.
Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan secara kebijakan sudah disepakati. Tinggal penjabaran teknisnya yang akan dilakukan oleh Pemda DIY dengan Pusat. "Semua rekomendasi dari DIY sudah disetujui oleh Menteri PU. Termasuk rekomendasi dari BPCB. Tinggal pelaksanaannya saja," kata Gatot di kantornya, Jumat (28/6/2019).
Dijelaskan Gatot, dari tiga pembahasan soal tol yang sudah fiks pembahasannya adalah trase Jogja-Bawen. Untuk trase Jogja-Solo tinggal mencari titik lokasinya. Pencarian titik lokasi akan dilakukan oleh Pemda DIY bersama Pusat. "Yang belum Jogja-Purworejo. Yang jelas, tidak langsung ke bandara YIA, itu sudah disepakati," katanya.
Menurutnya, pembangunan tol di DIY tetap berpegangan pada prinsip-prinsip yang diminta oleh Sultan. Seperti tidak mengganggu situs, kawasan pengembangan ekonomi di DIY, ekonomi masyarakat dan lainnya. Dengan demikian, trase pembangunan tol di sisi Selatan DIY tidak akan dilakukan. Selain Pemda akan mengoptimalkan JJLS, ke depan juga masih akan dilakukan pembangunan Selain itu, masih ada juga rencana pembangunan jalan Jogja Outer Ring Road (JORR) untuk mengurangi kepadatan kendaraan. "Jadi tidak ada statemen Sultan menolak pembangunan tol," katanya.
Disinggung rencana pembangunan tol antara Jogja-Bawen dengan Jogja-Solo, Gatot mengatakan jika kemungkinan keduanya akan dibangun secara bersamaan. Kedua trase tol tersebut menyambung melalui Ringroad. Hanya saja teknisnya at grade atau elevated masih belum disepakati. "Jadi bukan tidak boleh melewati Ringroad. Itu boleh dilalui, hanya teknisnya bagaimana belum disepakati, tergantung hitung-hitungan biayanya," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Hananto Hadi Purnomo, mengatakan pada prinsipnya tidak ada hal lainnya yang menjadi ganjalan pembangunan tol di wilayah DIY. Pemerintah Pusat, katanya, sudah menerima usulan dan keberatan terkait pembangunan jalan tol. "Rekomendasi dari DIY sudah diterima. Salah satunya soal tol yang tidak langsung ke bandara (YIA), itu sudah disepakati," katanya kepada wartawan.
Rekomendasi lainnya, terkait tol Jogja-Solo tidak melewati situs-situs bersejarah, jarak minimal dari situs 500 meter juga disetujui. Selain itu, dampak pembangunan tol ke masyarakat seminimal mungkin dan biaya pembebasan tanahnya, serta tol tidak berdampak pada aktivitas ekonomi lokal. "Setelah ada kesepakatan titik yang dilalui, hasilnya akan diajukan ke Sultan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG menyebut Siklon BAVI memengaruhi cuaca DIY. Prakiraan 5-7 Juli cerah berawan, namun gelombang laut selatan berpotensi tinggi.
Cek jadwal lengkap KRL Jogja–Solo Senin 6 Juli 2026. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan fleksibel dari Jogja ke Solo.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.