Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Sejumlah pekerja mengerjakan renovasi Pasty untuk buka malam pada Agustus mendatang, Selasa (2/7/2019). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja merencanakan akan membuka Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty) sisi barat sampai malam. Di sana akan diisi berbagai jajanan kuliner kekinian dan event reguler.
Pasar yang berlokasi di Kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron ini akan disulap menjadi titik keramaian dan pengembangan ekonomi Kota Jogja bagian selatan.
Sejumlah pedagang menyambut positif rencana ini. Salah satunya Ismoyo, pedagang ikan. Kepada Harian Jogja, Selasa (2/7/2019), Ia mengingkapkan telah berjualan ikan hias di Pasty sejak pasar itu pertama kali dibuka, sekitar tujuh tahun lalu.
Beberapa ikan koleksinya seperti koi, arwana, discus, ikan sumatera dan ikan hias lainnya. Menurutnya, pemebeli justru banyak yang datang pada waktu sore, menjelang pasar tutup. "Jam 5 itu malah banyak yang datang, jadi dilema juga mau tutup," katanya.
Sebab itu ia mendukung jika memang Pasty akan buka sampai malam. Hanya saja beberapa fasilitas mesti ditambahkan seperti penerangan dan keamanan. "Kalau sampai malam konsekwensi trantib juga harus bisa difasilitasi," ujarnya.
Pedagang lainnya, Ali, mengaku siap jika membuka kiosnya sampai malam, mengikuti jadwal Pasty. Ali menjual berbagai macam pernak-pernik aksesoris ikan hias seperti akuarium, pakan ikan, filter, lampu akuarium dan lainnya.
Ia telah berjualan aksesoris akuarium sejak 22 tahun yang lalu, saat pasar hewan masih bertempat di ngasem. Menurutnya, rencana buka sampai malam sangat bagus, tapi fasilitas penerangan dan keamanan masih perlu ditambahkan.
Ia mengatakan jika malam hari daerah Pasty terlihat sangat gelap. Lampu hanya menyala di beberapa titik, sehingga tidak bisa menarik perhatian pengunjung. "Kalau fasilitas sudah mendukung ya kami siap," ujarnya.
Kepala UPT Pasty, Bakoh Tupon Langkir Hadi, mengatakan saat ini Pasty sudah dalam proses mempersiapkan sarana-prasarana seperti lampu, pengeras suara, bangku dan panggung. Ia menargetkan pertengahan Juli 2019 semuanya sudah selesai. "Agustus kemungkinan sudah bisa dilaunching," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.