WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi. /Hengky Irawan
Harianjogja.com, JOGJA--Polsek Gondomanan Kota Jogja mengungkap pencurian yang terjadi di Masjid Gede Kauman pada Minggu (30/6/2019) lalu. Pelaku yang berinisial F, 35, berhasil ditangkap polisi satu hari setelahnya, Senin (1/6/2019) di Alun-Alun Utara Jogja, saat pelaku sedang berjualan mainan.
Kapolsek Gondomanan, AKBP I Nengah Lotama melalui Humas Polsek Gondomanan, Jumat (5/7/2019) mengatakan barang yang dicuri berupa tas punggung yang berisi netbook warna hitam, powerbank, lima flashdisk, buku kedokteran, dokumen skripsi, sweater warna biru dan kunci beserta STNK motor Honda Beat, yang diperkirakan total senilai Rp3 juta.
Kejadian yang terekam kamera CCTV itu berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, korban yang bernama Andika Dwi Cahya, seorang dokter beralamat Kebumen, sedang solat asar dan menempati urutan paling belakang.
Tas korban saat itu ditaruh di belakang tempatnya solat. Melihat kesempatan itu lah pelaku beraksi menggondol tas korban. Setelah kejadian, korban langsung melapor ke Polsek Gondomanan, dan ditelusuri lah ciri-ciri pelaku melalui rekaman CCTV.
F merupakan buruh serabutan asal Mungkid, Magelang. Polisi menengarai F sudah kerap melancarkan aksinya di tempat yang berbeda-beda. “Sehari-hari pelaku adalah buruh serabutan, pekerjaannya tidak menentu,” katanya.
Saat ini F sudah diamankan di Rutan Polsek Gondomanan, menunggu penyelidikan selesai untuk kemudian disidangkan. Pelaku disangkakan melakukan pencurian yang melanggar Undang-Undang 362 dengan ancaman hukuman lima tahun.
Ia berpesan kepada masyarakat untuk selalu waspada saat di masjid dan membawa barang berharga. “Kalau ada penitipan barang ya sebaiknya dititipkan, dari masjid juga sebaiknya pasang CCTV agar memudahkan penyelidikan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Iran memperingatkan AS dan Israel agar tak memicu konflik jelang pemakaman Khamenei. Militer siap merespons setiap ancaman.
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Sebanyak 30.000 manajer KopDes Merah Putih mulai bertugas awal Agustus 2026 setelah pelatihan dan sertifikasi profesi.
Daftar ulang SPMB Bantul jalur domisili mulai 2–3 Juli 2026, kuota hampir terisi. Proses berjalan lancar meski ada kendala teknis kecil.
Koperasi akan masuk seluruh rantai bisnis sawit, dari kebun hingga minyak goreng. Proyek percontohan dimulai Agustus 2026.