Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Warga berekspresi dan berfoto saat Uji Coba Semi Pedestrian Jalan Malioboro di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (18/6). /Harian Jogja- Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 18 sukarelawan dilibatkan untuk menjaga kebersihan kawasan Malioboro selama sehari penuh, Minggu (7/7/2019). Aksi yang digagas oleh Paguyuban Kawasan Malioboro tersebut merupakan uji coba dari program bertajuk Total Care Malioboro.
Ke-18 sukarelawan itu masing-masing berasal dari Lembaga Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Cokroaminoto Yogyakarta LDPM UCY, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Al-Azhar, dan sejumlah paguyuban pedagang Malioboro.
Ketua Presidium Paguyuban Kawasan Malioboro, Sujarwo Putra, mengatakan Total Care Malioboro merupakan konsep yang telah dirumuskan bersama stakeholder lainnya yang berada di Malioboro sejak setahun lalu. Dari forum itu, ditemukanlah dua persoalan besar Maloboro, yakni kumuh dan kotor.
Kumuh mencakup kondisi warung-warung pedagang dan dagangannya, sedangkan kotor mencakup kondisi kebersihan di sepanjang jalan dan pedestrian Malioboro. “Untuk persoalan kumuh kami tawarkan desain warung lesehan yang lebih menarik,” katanya.
Desain warung lesehan baru ini telah diujicobakan pada Jumat (5/7) lalu, diWarung Lesehan Borobudur yang ada di kawasan Malioboro. Dengan menggandeng akademisi di bidang arsitektur, maka terciptalah desain lesehan yang tempail kekinian dengan meja, lampu dan gerobak yang lebih modern, tanpa menutupi bangunan heritage di belakangnya.
Lalu untuk penanganan kebersihan, harus ada petugas yang selalu standby menjaga kondisi kebersihan Malioboro. Sujarwo menyebutkan saat ini hanya ada lima petugas kebersihan setiap sift. “Untuk Jalan Malioboro dengan panjang mencapai 1.200 meter, dibutuhkan setidaknya 100 petugas kebersihan,” katanya.
Dia menjelaskan uji coba Total Care Malioboro tersebut bakal dimulai pukul 08.30 WIB dengan penyerahan secara simbolik alat kebersihan kepada sukarelawan dan pedagang di depan gerbang kompleks Kepatihan. Setelah itu sukarelawan membagikan bunga sebagai bentuk kampanye Jaga Kebersihan dan Lihat Sampah Ambil (Jaga dan Lisa). “Uji coba dimulai di areal depan gerbang kompleks Kepatihan dan sisi timur Malioboro, mulai dari Hotel Mutiara hingga Jalan Suryatmajan,” kata Sujarwo.
Sujarwo mengatakan uji coba hanya akan dilakukan dalam satu hari. setelah itu dievaluasi, apabila masih diperlukan uji coba lagi untuk perbaikan maka akan dijadwalkan lagi.
Ketua Paguyuban Angkringan Danurejan Malioboro (Padma), Yati Dimanto, mengapresiasi Total Care Malioboro ini. Kata dia, sejauh ini paguyubannya telah mewajibkan setiap pedagang untuk membawa tempat sampah sendiri. “Tempat sampah kami ada dua, kering dan basah,” katanya.
Salah satu sukarelawan, Amin Rais Muhammad, mengatakan berdasarkan survei yang telah dilakukan, sampah di Malioboro didominasi oleh daun, tisu, punting rokok dan plastik. “Setelah acara ini memunguti sampah lagi sampai malem,” kata mahasiswa UCY asal Tasikmalaya tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ford akan pindahkan produksi Lincoln dari China ke AS mulai 2030. Tarif impor Nautilus 52,5% jadi pendorong utama. Langkah ini ikuti strategi GM dan perkuat man
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.