Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi Pasar Kangen di TBY./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kembali mengelar Pasar Kangen tahun ini. Seperti gelaran pada tahun-tahun sebelumnya, Pasar Kangen tahun ini juga bakal digelar selama sepekan, yakni mulai Jumat (12/7/2019) hingga Sabtu (20/7/2019) di pelataran TBY.
Korlap Pasar Kangen 2019, Wasdiyanta, mengatakan dalam Pasar Kangen tahun ini akan menghadirkan lebih dari 200 stan kuliner dan kerajinan tempo dulu yang dikemas lebih inovatif. Dari 200 stan tersebut, kata dia, sebanyak 117 stan dipakai untuk kuliner, dan sisanya untuk kerajinan. “Adapun tema Pasar Kangen untuk tahun ini adalah Ketahanan Pangan dan Kemandirian,” kata dia kepada Harianjogja.com, Senin (8/7/2019).
Animo peserta Pasar Kangen tahun ini diakui dia cukup banyak. Tercatat ada sekitar 1.300 pendaftar yang ingin bergabung dalam Pasar Kangen. “Setelah diseleksi, akhirnya kami sesuaikan dengan kuota yang kami siapkan, yakni 200 stan,” ucap Wasdiyanta.
Beberapa kriteria penyeleksian bagi pendaftar peserta Pasar Kangen, kata Wasdiyanta, seperti di antaranya makna historis dan budaya, penyajian, kebersihan, harga jual, dan kelaikan penyajian. Selain itu panitia juga berupaya memprioritaskan produk yang belum ada dalam Pasar Kangen sebelumnya.
Selain kuliner dan kerajinan, Pasar Kangen juga akan menghadirkan pergelaran pentas seni tradisi yang dari 34 kelompok seni kerakyatan, wayang kulit dan ketoprak. Dia mengatakan Pasar Kangen idisokong oleh anggaran dari Dana Keistimewaan (Danais). “Sehingga acara ini [Pasar Kangen] terbuka untuk umum dan gratis, mulai pukul 12.00 WIB sampai 22.00 WIB,” ucap Wasdiyanta.
Dalam event yang tahun ini merupakan gelaran ke-13 kalinya tersebut, panitia akan menghadikan dua pergelaran kesenian tradisi di Panggung Terbuka, kompleks TBY.
Setradisional Mungkin
Kasi Penyajian dan Pengembangan Kebudayaan TBY, menuturkan Pasar Kangen akan menyajikan kepada masyarakat umum kuliner tradisional yang saat ini sudah jarang ditemui, kecuali di pasar-pasar tradisional. “Semisal gatot, kan sekarang sudah susah ditemukan, nah itu kami hadirkan,” kata dia.
Dalam penyajian kuliner, panitia melarang peserta menyajikan produknya yang dibungkus menggunakan staples. Perekat bungkus harus diupayakan setradisional mungkin, semisal dengan menggunakan potongan lidi.
Selain tidak mencerminkan spirit Pasar Kangen itu sendiri, penggunaan staples dalam pembungkus juga bisa berbahaya apabila tidak sengaja masuk ke makanan. “Pasar Kangen, kami harapkan bisa jadi ajang silaturahmi, kangen-kangenan. Di samping itu kita juga bisa mengkaji kuliner apa saja yang pernah eksis di masyarakat pada masa lalu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
PISA 2025 menempatkan Singapura dengan skor membaca tertinggi 535. Indonesia naik 6 poin menjadi 365. Berikut daftar lengkapnya.
Arif Aiman disorot akun Malaysia setelah Indonesia ditahan 0-0. Winger JDT itu disebut lebih hebat dari pemain Timnas Indonesia.
Harga emas Pegadaian 29 September 2026 untuk Antam, Galeri24, dan UBS lengkap dengan harga jual serta buyback berbagai ukuran.