30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Virus hepatitis/Ist-webMD
Harianjogja.com, BANTUL--Menjangkitnya penyakit hepatitis A di Pacitan, Jawa Timur diklaim tidak merembet ke DIY, terutama Kabupaten Bantul.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mengklaim saat ini tidak ada penderita penyakit hepatitis A di Bumi Projotamansari.
Salah satu indikasinya tidak adanya laporan dari puskesmas dan rumah sakit di Bantul yang melaporkan soal pasien yang terjangkit penyakit peradangan hati tersebut.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Tri Wahyu Joko Santoso, mengatakan sebanyak tiga orang sempat klinis hepatitis A sebanyak selama tahun ini dan 53 orang sepanjang tahun lalu. Dugaan tersebut berdasarkan analisa awal pihak puskesmas.
Namun setelah ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium rumah sakit dinyatakan negatif. “[Data] yang masuk dari puskesmas hanya yang bergejala klinis. Pemeriksaan penunjangnya dari rumah sakit tidak ada laporan yang hepatitis A,” kata Tri Wahyu kepada harianjogja.com, Senin (8/7/2019).
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Dr. Oky ini mengatakan meski penyakit hepatitis A tengah mewabah di daerah lain, kecil kemungkinan bisa menular sampai ke Bantul.
Pasalnya, hepatitis A adalah penyakit yang diakibatkan virus hepatitis yang bersifat lokal sehingga susah menular ke luar wilayah endemis. “Selama tidak ada kontak langsung dengan cairan tubuh penderita seperti keringat, feses, kencing, dan air yang tercemar kotoran penderita susah menularnya. Selain itu meski hepatitis A salah satu penyakit akut namun dapat disembuhkan,” kata dia.
Senada, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Fauzan mengatakan penyebab hepatitis adalah virus yang ditularkan melalui makanan atau minuman yang tercemar oleh virus hepatitis atau cairan tubuh yang mengandung virus.
Untukpencegahannya masyarakat diimbau selalu menjaga kebersihan dan keamanan makanan dan minumnya, misalnya memakan makanan yang dimasak sampai matang. “Untuk pencegahan, sebaiknya harus vaksinasi hepatitis juga,” kata Fauzan.
Sayangnya, selama ini hepatitis A belum masuk dalam program vaksinasi wajib dari pemerintah. Kementerian Kesehatan hanya mewajibkan vaksinasi untuk hepatitis B, karena hepatitis B dianggap lebih berbahaya.
Kendati begitu, kata dia, hepatitis dapat dicegah dengan membiasakan pola hidup bersih dan sehat dan menggiatkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di antaranya pengelolaan sampah rumah tangga yang benar, pengelolaan limbah cair yang aman, pengelolaan makanan rumah tangga yang aman, stop buang air bersih sembarangan, dan cuci tangan dengan sabun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita