Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Peserta Pelatihan Pengarusutamaan Gender dan Hak Anak bagi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha DIY, di Hotel Harper, Kamis (11/7/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Lembaga profesi dan dunia usaha diminta ikut serta dalam upaya pengarusutamaan gender (PUG) serta hak anak.
Kepala Bidang Kesetartaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Neli Tristiana mengakui pemerintah tak akan bisa bisa bergerak sendiri dalam menangani persoalan gender dan hak anak. Karena itu pemerintah tetap perlu menggandeng mitra, salah satunya adalah lembaga profesi dan dunia usaha.
“Contohnya beberapa bank memberi bantuan permodalan kepada kelompok ekonomi perempuan yang kami dampingi. Kemudian setiap kegiatan-kegiatan mereka juga banyak berkontribusi. Mereka sangat dekat dengan isu-isu anak dan perempuan,” ujarnya saat Pelatihan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Pengarusutamaan Hak Anak yang digelar di Hotel Harper, Kamis (11/7/2019).
Melalui pelatihan tersebut, kata dia, lembaga profesi dan dunia usaha diharapkan mengerti cara-cara memenuhi hak terkait dengan kesetaraan gender dan anak. “Pemda DIY telah cukup lama menggandeng mitra dari dunia usaha dan hasilnya cukup memuaskan,” kata Neli.
Kabid Partisipasi Dunia Usaha Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Santi Herlina Zaenab, mengatakan pada Juni lalu pihaknya mengadakan Forum Koordinasi Lembaga Provinsi yang dikonsentrasikan pada tiga bidang, ekonomi, hukum dan kesehatan.
Dinasnya juga telah bekerja sama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) khusus untuk penanganan kelompok ekonomi perempuan. Menurut dia kerja sama antara pemerintah dengan dunia usaha dan lembaga profesi semacam ini sangat dibutuhkan karena pengarusutamaan gender dan hak anak tidak akan eektif jika pemerintah bergerak sendiri.
Beberapa lembaga profesi yang diundang dalam pelatihan ini, di antaranya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Asosiasi Dosen Indonesia, Himpunan Psikolog Indonesia, Ikatan Arsitek Indonesia, Asosiasi Pengusaha Boga Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia dan lainnya.
Sedangkan dunia usaha yang diundang diantaranya PT BRI, PT Bank Mandiri, PT BNI, PT Mirota nayan, PT Kanisius, PT Sarihusada, Hartono Mall, Ramai Mall, Gardena Departement Store, Dagadu Djogja, Kedaulatan Rakyat, TVRI dan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Gempa magnitudo 6,2 mengguncang Parigi Moutong. BPBD menyebut belum ada laporan rumah warga rusak, tetapi plafon dan dinding kantor PU terdampak.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
PLN siagakan 45.000 personel dan cadangan daya 9 GW untuk mengamankan kelistrikan nasional saat HUT ke-81 RI.
Dua desainer kebaya dari DIY lolos tingkat regional Fatmawati Trophy 2026 dan akan bersaing di tingkat nasional di Bali pada Oktober 2026.
Gempa NTT M7,7 membuat lebih dari 5.000 warga mengungsi. Tiga kabupaten menetapkan status tanggap dan siaga darurat.