Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Jampe Johnson saat tampil di Panggung Terbuka TBY dalam acara Musik Malam TBY, Selasa (23/7/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Lama tak terdengar kabarnya, grup band beraliran rock n roll asal Jogja, Jamphe Johnson kembali tampil di depan para penggemarnya. Kali ini mereka hadir di Musik Malam Taman Budaya Yogyakarta (TBY) yang digelar di Panggung Terbuka TBY, Selasa (23/7/2019).
Dengan mengangkat tema perTUNJUKan #2, event reguler TBY itu menampilkan sejumlah genre seni, mulai dari musik, tari, teater hingga seni rupa.
Inisiator Musik Malam TBY, Heri Macan mengatakan tema perTUNJUKan #2 merupakan kelanjutan dari tema perTUNJUKan yang sudah digelar pada 25 Juni lalu. Dengan tema ini, panitia mengajak para pegiat seni untuk menunjukkan karya mereka. "Kata tunjuk-nya pakai huruf kapital, karena mengajak penampil menunjukkan karyanya," kata dia saat ditemui di TBY, Selasa.
Dengan konsep ini Musik Malam TBY tidak hanya menampilkan musik, tapi juga ragam seni lainnya. Para seniman itu ditugasi untuk mereslon setiap karya musik gang ditampilkan masing-masing grup band. "Mereka kami ajak saling kolaborasi," katanya.
Kali ini Musik Malam TBY menampilkan sejumlah grup band lintas genre yang meliputi Laf, Korek Kayu, Dharma dan grup kawakan beraliran blues rock n roll, Jampe Johnson. Pertunjukan dibuka penampilan Laf yang membawakan lima lagu bernuansa jaz dengan beat yang mengajak penonton bergoyang. Mereka terbentuk pada 2017 silam dari lingkaran permusikan kafe.
Vokalis Laf, Gilbert Pohan, mengungkapnya band-nya telah merilis dua single yang bisa diakses di kanal online seperti Spotify. "Sekarang sudah ada lima lagu, tahun ini rencananya mau rilis mini album," katanya.
Lalu untuk kelompok seni yang merespons karya-karya mereka terdiri dari teater Melintasi Militansi; tari dari Clepret Dance dan performing art dari Adorebel. Mereka menampilkan karyanya masing-masing di tengah permainan musik dari grup band.
Koreografer Clepret Dance, Widi Pramono, mengatakan untuk merespons musik ia harus mendengarkan, berkomunikasi dengan musisi dan mendiskusikannya dengan anggota kelompok. "Kami translate karya musik ke dalam gerak tubuh," katanya.
Clepret Dance merupakan komunitas tari yang mengakomodasi baik tari tradisional maupun kontemporer. Anggotanya merupakan mahasiswa lintas kampus yang memang sudah memiliki basic menari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang