HUT Kota Jogja ke-270, Maswil Rilis Lagu Kamu itu Jogja Istimewa, Begini Liriknya
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Sultan HB X memberikan keterangan kepada wartawan setelah apel operasi lilin Progo 2018 di Mapolda DIY, Jumat (21/12/2018). /Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, JOGJA- Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap agar keamanan di sekitar proyek underpass Kentungan ditingkatkan. Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi kasus kendaraan yang tergelincir di lokasi proyek.
"Kenapa [kendaraan] jatuh [kejadian sebenarnya] saya tidak ngerti. Saya baru dari Jakarta. Saya tidak tahu kenapa [kendaraan] terperosok? Apakah karena kurang rambu-rambunya?," jawab Sultan saat dimintai tanggapan atas insiden tersebut, Rabu (24/7/2019).
Sultan berharap agar kasus tersebut menjadi yang pertama dan yang terakhir terjadi. "Sebenarnya ini urusan pusat, balai jalan. Tapi saya harap ini (kejadian) yang pertama dan yang terakhir. Jangan terulang lagi," ujar Sultan.
Diberitakan sebelumnya, insiden terperosoknya kendaraan di lokasi pembangunan underpass Kentungan melibatkan satu truk pengangkut kayu dan satu unit mobil land rover yang melintas dari arah Barat pada Selasa (23/7/2019). Salah satu kendaraan yang terperosok, Land Rover dengan nomor pelat TDI-110 dikemudikan oleh Rule Michael John, 45, warga negara Australia. Beruntung insiden tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Seluruh korban hanya mengalami selamat dalam peristiwa itu.
Anggota DPRD DIY Chang Wendryanto juga menanggapi peristiwa itu. Menurutnya, pihak pengembang harus bertanggung jawab atas insiden tersebut. Dia menilai, tidak ada pengamanan yang memadai di lokasi proyek sehingga muncul kendaraan yang terperosok. "Saya kira pengembang harus bertanggung jawab. Kalau memang kendaraan berat tidak boleh melintas, kenapa tidak ada penjagaan?," katanya.
Meskipun sejak awal pengembang sudah memasang papan informasi agar kendaraan berat tidak boleh melintasi kawasan proyek, namun hal itu tidak dibarengi dengan penjagaan oleh petugas. "Jadi jangan hanya papan informasi. Harusnya dijaga, kalau kendaraan berat memang tidak boleh lewat. Kenapa kemarin masih bisa lewat?," Tanya dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Iran mengklaim melumpuhkan drone MQ-9 AS dan mengamankan drone pengintai MQM-170 di sekitar Selat Hormuz.
Kemenhub mengintensifkan rampcheck bus dan truk serta pengawasan ETLE HUB untuk menekan risiko kecelakaan selama Nataru 2026/2027.
Polda Metro Jaya memburu bandar ganja inisial K yang masuk DPO setelah menggagalkan peredaran 44,1 kg ganja asal Sumatera Utara.
DPRD Bantul mendorong target pembangunan 600 km jalan didukung BKK DIY dan anggaran pusat, bukan hanya mengandalkan APBD.
Pemerintah menyiapkan 1 juta ton beras SPHP seharga Rp12.500 per kg untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang akhir 2026.