WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi proyek pemerintah/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah jembatan di atas Sungai Gajah Wong yang berada di Jalan Kusumanegara, tepatnya di Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede bakal dijadikan ikon pintu masuk Kota Jogja. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja sedang mengerjakan perbaikan sisi selatan jembatan yang biasa disebut Jembatan GL Zoo itu.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPKP Kota Jogja, Umi Akhsanti mengatakan di bagian timur Jalan Kusumanegara itu sebenarnya ada dua jembatan, namun untuk saat ini hanya satu jembatan yang difungsikan, yakni jembatan yang ada di sisi utara.
Ke depan dinasnya akan memfungsikan kembali kedua jembatan itu. Selain sebagai pengurai kemacetan juga menjadi ikon pintu masuk Kota Jogja. “Pintu masuk kan enggak harus dengan gapura. Bisa dengan jembatan,” katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (23/4/2019).
Meski begitu, pembangunan arsitektural dengan desain khas ini baru akan terlaksana setelah struktur kedua jembatan itu diperbaiki. Usia konstruksi kedua jembatan itu diakui dia cukup usang, sehingga sudah saatnya dilakukan revitalisasi dan penguatan struktur.
Pembongkaran jembatan sisi selatan telah dimulai pada Mei lalu, tepatnya menjelang Lebaran. Jembatan sisi selatan ini dulu pernah difungsikan sebagai jalur lambat, namun sejak 2015 aksesnya sudah ditutup sama sekali. “Pengerjaan kami mulai dari jembatan sisi selatan agar yang utara masih bisa dipakai,” ujarnya.
Adapun anggaran yang dialokasikan untuk penguatanstruktur jembatan sisi selatan ini sebesar Rp6 miliar. Pengerjaan ini ditargetkan selesai pada akhir tahun. Lalu untuk pengerjaan jembatan sisi selatan ia menargetkan dua tahun lagi bisa dimulai.
Setelah perbaikan struktur kedua jembatan selesai, barulah dimulai pengerjaan arsitektural. Dinasnya menargetkan semua pengerjaan itu bisa selesai sebelum berakhirnya masa jabatan Wali Kota pada 2022. “Mudah-mudahan 2022 semua proyek itu sudah selesai. Sehingga jembatan itu pun bisa jadi ikon Jogja nantinya,” kata Umi.
Rencananya, masing-masing jembatan akan diguakan untuk satu arah, sisi utara untuk ke arah timur dan sisi selatan untuk arah barat. Namun jika diperhatikan, sebelah barat jembatan sisi selatan ini terdapat bangunan, sehingga jalannya pun harus sedikit dibelokkan.
Untuk mengantisipasi hal itu, nantinya akan ada beberapa upaya normalisasi, seperti penghilangan devider yang membatasi kedua jembatan di sisi barat. Adapun bangunan di sebelah barat kata dia sementara ini tetap dipertahankan. “Tapi belum tahu ke depannnya seperti apa. kami juga belum bicara dengan dinas terkait soal normalisasi kawasan itu,” ucap dia.
Sedangkan untuk pengaturan lalu lintas, dinasnya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Jogja. Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif, membenarkan adanya pembelokan arus di sisi selatan jembatan. “Karena kedua jembatan akan difungsikan, nanti yang mengatur lalu lintasnya tetap dari kami,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kebakaran TPA Jatiwaringin sulit dipadamkan karena mirip gambut. KLH kerahkan drone, Manggala Agni, dan TMC.
Said Iqbal turun langsung telusuri isu PHK di Tokopedia dan TikTok, pemerintah utamakan dialog dan perlindungan pekerja.
BI DIY gelar QJI x JRF 2026 di Jogja untuk dorong QRIS, UMKM, dan kecintaan generasi muda terhadap Rupiah.
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang ditangani dengan TMC, water bombing, dan metode inject untuk padamkan api bawah tanah.
Vrama Billiard dan Kanaya Munch & Mingle fokus memulihkan operasional usai kebakaran Rp20 miliar sambil mengapresiasi tim gabungan.