Jembatan Jonge Diperbaiki, Jadi Prioritas Infrastruktur di Gunungkidul
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
Proses perbaikan Jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu yang rusak akibat dimakan faktor usia, Selasa (21/4/2026). /istimewa DPUPRKP Gunungkidul.
Harianjogja.com, Gunungkidul—Perbaikan Jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Gunungkidul mulai dikerjakan setelah kerusakan parah berupa lubang di bagian tengah mengganggu akses warga. Proyek ini ditargetkan rampung dalam dua bulan ke depan agar mobilitas masyarakat sekitar kembali normal.
Pengerjaan sudah dimulai sejak 17 April 2026 dengan anggaran sekitar Rp180 juta dari DPUPRKP Gunungkidul. Selain perbaikan, jembatan juga akan diperlebar untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.
Lurah Pacarejo, Suhadi, mengatakan kerusakan jembatan sebenarnya sudah terjadi cukup lama, namun kondisi terburuk muncul sekitar satu bulan terakhir. Lubang di bagian tengah serta retakan di sejumlah sisi membuat jembatan rawan dilalui.
“Statusnya di jalan kabupaten sehingga perbaikan menjadi ranah Pemkab Gunungkidul. Setelah diketahui rusak parah, kami langsung melaporkan ke DPUPRKP agar diperbaiki karena menjadi akses warga,” katanya, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, proses pembangunan kini berjalan bersamaan dengan pelebaran badan jembatan yang sebelumnya hanya sekitar empat meter. Upaya ini diharapkan membuat akses antarwilayah lebih leluasa.
“Lebarnya hanya empat meter sehingga butuh dilebarkan. Alhamdulillah berbarengan dengan perbaikan juga ada pelebaran,” ujarnya.
Jembatan Jonge menjadi penghubung penting antara wilayah Pacarejo dengan Kalurahan Semanu di Gunungkidul. Karena itu, penyelesaian proyek tepat waktu dinilai krusial untuk mendukung aktivitas harian warga.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana, menjelaskan kerusakan jembatan dipicu kombinasi faktor cuaca ekstrem dan usia bangunan yang sudah mencapai sekitar 40 tahun. Aliran air di bawah jembatan juga menggerus struktur hingga memperparah kondisi.
Ia menambahkan, konstruksi lama yang masih sederhana tanpa besi tulangan membuat jembatan semakin rentan. Seiring waktu, kekuatan struktur menurun hingga tidak mampu menahan beban dan memicu retakan serta ambrolnya bagian lantai.
“Begitu ada laporan, langsung kami cek ke lokasi. Alhamdulillah sudah mulai perbaikan dan mudah-mudahan berjalan lancar sehingga selesai tepat waktu,” kata Wadiyana.
DPUPRKP Gunungkidul memastikan anggaran pemeliharaan rutin dimanfaatkan untuk mempercepat penanganan. Perbaikan ini diharapkan mampu menghadirkan akses yang lebih aman bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Harga pangan nasional hari ini menunjukkan cabai rawit merah Rp78.500/kg, telur Rp33.950/kg. Simak daftar lengkap harga terbaru dari PIHPS.
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.