Lansia Hilang 9 Hari di Paliyan Ditemukan Tewas Dekat Luweng Ngeleng
Lansia 85 tahun asal Paliyan ditemukan meninggal di Luweng Ngeleng setelah 9 hari pencarian tim gabungan.
Proses perbaikan Jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu yang rusak akibat dimakan faktor usia, Selasa (21/4/2026). /istimewa DPUPRKP Gunungkidul.
Harianjogja.com, Gunungkidul—Perbaikan Jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Gunungkidul mulai dikerjakan setelah kerusakan parah berupa lubang di bagian tengah mengganggu akses warga. Proyek ini ditargetkan rampung dalam dua bulan ke depan agar mobilitas masyarakat sekitar kembali normal.
Pengerjaan sudah dimulai sejak 17 April 2026 dengan anggaran sekitar Rp180 juta dari DPUPRKP Gunungkidul. Selain perbaikan, jembatan juga akan diperlebar untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.
Lurah Pacarejo, Suhadi, mengatakan kerusakan jembatan sebenarnya sudah terjadi cukup lama, namun kondisi terburuk muncul sekitar satu bulan terakhir. Lubang di bagian tengah serta retakan di sejumlah sisi membuat jembatan rawan dilalui.
“Statusnya di jalan kabupaten sehingga perbaikan menjadi ranah Pemkab Gunungkidul. Setelah diketahui rusak parah, kami langsung melaporkan ke DPUPRKP agar diperbaiki karena menjadi akses warga,” katanya, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, proses pembangunan kini berjalan bersamaan dengan pelebaran badan jembatan yang sebelumnya hanya sekitar empat meter. Upaya ini diharapkan membuat akses antarwilayah lebih leluasa.
“Lebarnya hanya empat meter sehingga butuh dilebarkan. Alhamdulillah berbarengan dengan perbaikan juga ada pelebaran,” ujarnya.
Jembatan Jonge menjadi penghubung penting antara wilayah Pacarejo dengan Kalurahan Semanu di Gunungkidul. Karena itu, penyelesaian proyek tepat waktu dinilai krusial untuk mendukung aktivitas harian warga.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana, menjelaskan kerusakan jembatan dipicu kombinasi faktor cuaca ekstrem dan usia bangunan yang sudah mencapai sekitar 40 tahun. Aliran air di bawah jembatan juga menggerus struktur hingga memperparah kondisi.
Ia menambahkan, konstruksi lama yang masih sederhana tanpa besi tulangan membuat jembatan semakin rentan. Seiring waktu, kekuatan struktur menurun hingga tidak mampu menahan beban dan memicu retakan serta ambrolnya bagian lantai.
“Begitu ada laporan, langsung kami cek ke lokasi. Alhamdulillah sudah mulai perbaikan dan mudah-mudahan berjalan lancar sehingga selesai tepat waktu,” kata Wadiyana.
DPUPRKP Gunungkidul memastikan anggaran pemeliharaan rutin dimanfaatkan untuk mempercepat penanganan. Perbaikan ini diharapkan mampu menghadirkan akses yang lebih aman bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia 85 tahun asal Paliyan ditemukan meninggal di Luweng Ngeleng setelah 9 hari pencarian tim gabungan.
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Beta Mom, gaya asuh santai yang viral di TikTok dan Wall Street Journal. Lawan helicopter parenting, fokus pada fleksibilitas dan kebahagiaan ibu-anak.
Animaccord membantah tuduhan bahwa Masha and the Bear menjadi alat propaganda Rusia. Studio menegaskan serial itu hanya mengusung nilai persahabatan dan imajina
Maroko lebih diunggulkan menghadapi Kanada pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat pengalaman, organisasi permainan, dan performa konsisten.
Pelaku usaha pigura di Sleman tertekan akibat kenaikan harga kaca dan kayu hingga 40 persen. Di saat yang sama, penjualan dilaporkan turun hingga 50 persen.