Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Ilustrasi abrasi./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL – Salah satu pemilik warung makan di kawasan Pantai Depok, Kretek, Bantul, Dardi Nugroho mengatakan dirinya dan pemilik warung lainnya tidak mempermasalahkan tentang abrasi. Menurutnya hal tersebut adalah faktor alami.
“Membuka warung makan di mawasan seperti ini resikonya ya memang seperti itu, jadi sudah biasa ada warung yang hancur terdampak hal tersebut,” katanya ketika dihubungi Harianjogja.com pada Rabu (8/7/2019).
Ia menuturkan ketika ada warung yang terdampak abrasi, pemilik warung tersebut tidak pernah meminta ganti rugi kepada dinas terkait. Warung milik Dardi pun juga pernah terdampak abrasi, namun ia juga mengambil sikap seperti pemilik warung lainnya.
“Warung saya juga pernah tapi mau gimana, namanya resiko dan karakter pantainya memang sudah seperti itu. Abrasi kan tiap tahun beda-beda, jadi nggak setiap tahun ada warung yang terdampak abrasi,” lanjutnya.
Selain itu Dardi juga mengeluhkan bahwa saat ini pengunjung sangat sepi. Hal tersebut terjadi ketika ada isu bahwa kawasan pantai selatan akan ada tsunami dan gempa. “Semenjak ada isu itu pengunjung jadi sepi,” jelas Dardi.
Sedangkan menurut Dardi, isu itu tidak berdampak pada kegiatan para warga kawasan Pantai Depok. “Semua nelayan juga masih tetap berlayar seperti biasanya, para pedagang dan pemilik warung pun juga sama masih jualan seperti biasanya dan tidak terjadi apa-apa,” terangnya.
Ia berharap para pengunjung tidak takut untuk mengunjungi kawasan Pantai Depok, karena aktivitas para warga pun masih berjalan normal dan tidak ada aktivitas yang terhambat lantaran isu tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Bantul mengatakan bahwa sepinya pengunjung bukan disebabkan oleh bencana alam. “Pada bulan-bulan tertentu memang pengunjung selalu sepi, jadi penurunan ini bukan semata-mata disebabkan oleh isu itu,” ucap Kwintarto.
“Yang dampaknya terasa sepi gara-gara isu semacam ini adalah waktu di Anyer itu, waktu itu dampaknya memang sepi. Kan ada juga masyarakat yang berpikiran biar aman dulu baru main pantai lagi. Padahal di Bantul sendiri masih aman dan tidak terjadi apa-apa dan harapannya juga tidak ada apa-apa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Bayi laki-laki berusia sekitar satu minggu ditemukan dalam kardus di Klitikan Pasar Sleman. Polisi kini mencari keberadaan orang tuanya.
"Kolaborasi Strategis Kadin dan Pegadaian untuk MengEMASkan Indonesia."
Baznas, Danantara, Kemenkop, dan MES meneken MoU penguatan ekosistem zakat, koperasi syariah, pemberdayaan ekonomi, dan program sosial.
Prabowo menyebut porsi hasil pengemudi ojol naik dari 80% menjadi 92%. Sejumlah pengemudi dilaporkan penghasilannya naik hingga 3 kali lipat.
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.