Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Penampilan grup pantomim asal DIY, Asita Mime di panggung Doku-Mime 2019 yang digelar di Concert Hall TBY, Jumat (9/8/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Rumah Pantomim Yogyakarta bekerja sama dengan Taman Budaya Yogyakarta kembali menggelar Doku-mime, sebuah perhelatan seni pantomim terbesar di Indonesia. Doku-mime yang tahun ini digelar selama dua hari, mulai Kamis (8/8/2019) dan Jumat (9/8/2019), mengangkat tema Keluargaku Duniaku.
Ketua Panitia Doku-mime 2019, Broto Wijayanto mengatakan tema tersebut merupakan instrospeksi bagi masyarakat modern yang telah akrab dengan teknologi. Kecanggihan teknologi seyogyanya bisa mempermudah pekerjaan, namun hal itu justru bikin seseorang acap melupakan orang-orang yang ada di dekatnya, terutama keluarga.
Guna memperkuat tema tersebut, keterlibatan unsur orang tua dan anak dalam karya-karya pantomim yang ditampilkan dalam Doku-mime tahun ini. “Sesuai tema, pantomim grup untuk semua umur. Juri lomba dari seniman pantomim senior, tadi ada Jamaluddin Latief, FZ Tenderiza dan Jemek Supardi. Kami menilai hasil kreativitas peserta, dan yang terpenting adalah unity, kebersamaan kelompok untuk mewujudkan konsep dalam karyanya,” katanya di sela-sela acara, Jumat.
Para juri dalam Doku-mime, juga menjadi narasumber dalam lokakarya seputar pantomim yang digelar pada Kamis. Beberapa materi yang diberikan diantaranya bagaimana berimajinasi dan menciptakan sebuah pertunjukan, ekspresi dan emosi, serta komponen terpenting dalam pantomim, serta olah tubuh.
Sementara saat pentas, Jumat, sejumlah grup pantomim besar mengisi pentas tersebut, di antaranya Rolas Maju Mime dari Surabaya, serta pantomimer asal Timor Leste, Silvano Rodriguez. “Ada pula beberapa kelompok pantomim lain dari DIY seperti Asita Mime, Happydent Mime, dan Pandamime,” ucap Broto.
Sutradara dari Asita Mime, Asita Kaladewa mengatakan dalam karyanya yang ia tampilkan dalam Doku-mime kali ini, ia sengaja tidak menggunakan banyak properti, melainkan lebih mengutamakan disiplin tubuh para pemain. “Prosesnya sekitar dua bulan, latihan dua kali seminggu, di sini saya menanamkamkan disiplin tubuh pada para pemain,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Agnez Mo perkenalkan pencak silat dan karambit di Reacher Season 4 sebagai promosi budaya Indonesia. Bangga! Simak kisah di balik adegan laga.
28 Juli: Hari Hepatitis Sedunia, Hari Cat Air Sedunia, dan Hari Konservasi Alam. Kenali makna dan ajakan di balik setiap peringatan global ini!
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk Lurah Sidomulyo, Hariyadi
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.