BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Aktivitas warga yang sedang mencari kebutuhannya di Pasar Burung, Kecamatan Wates pada Senin (12/8/2019). /Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan.
Harianjogja.com, WATES--Dinas Perdagangan (Disdag) Kulonprogo terus mengejar kualitas sarana dan prasarana di semua pasar rakyat. Namun, sampai saat ini, berdasarkan penilaian Disdag Kulonprogo, masih ada enam pasar yang masuk kategori kurang baik.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Daerah Dinas Perdagangan Kulonprogo, Slamet Riyadi mengatakan, keenam pasar tersebut dikategorikan kurang baik karena sarana prasarana seperti bangunan, tempat sampah, dan MCK yang kurang memadai.
"Masih ada pasar rakyat yang sarananya kurang baik. Sampah belum teratasi, belum ada kontainernya, MCK belum memadai. Bangunannya juga tua," ujar Slamet pada Senin (12/8/2019). Menurutnya, keenam pasar yang bisa dikatakan kurang baik antara lain Pasar Burung, Pasar Dondongsari, Pasar Gejlik, Pasar Clereng, Pasar Ngebung, dan Pasar Nganggrung.
Pada penilaian untuk pasar yang masuk kategori sedang ada sebanyak delapan pasar. Sedangkan pada pasar kategori baik ada 16 pasar. Total di Kulonprogo ada 30 pasar rakyat yang dikelola oleh Pemkab Kulonprogo sebagai pasar daerah.
Ia mengatakan, kendala dalam peningkatan sarana prasarana pada pasar kurang baik tersebut dihadapinya. "Di pasar kadang ada pembuangan sampah yang tidak hanya bersumber dari warga pasar saja, tapi juga sampah dari masyarakat umum. Padahal harusnya pembuangan sampah itu khusus untuk warga pasar," jelas Slamet.
Maka, setiap tahunnya Disdag Kulonprogo mengalokasikan anggaran untuk peningkatan sarana dan prasarana melalui revitalisasi. Empat poin yang menjadi perhatiannya dalam peningkatan kualitas pasar rakyat yaitu dengan pemenuhan sarana dan prasarana, MCK, bak sampah, dan irigasi di lingkup pasar.
Meski demikian, tahun ini, tidak ada sama sekali revitalisasi menyasar pada enam pasar yang masuk kategori kurang baik tersebut. Tahun ini, anggaran revitalisasi menyasar pada enam pasar antara lain Pasar Jagalan, Samigaluh, Bendungan, Niten, Kranggan, dan Pripih.
"Saat ini, Pasar Kranggan, Niten, dan Pripih sudah selesai penyempurnaan, dan masuk tahap penyerahan awal. Kalau yang lainnya diperkirakan selesai di September dan November," ungkap Iffah pada Senin.
Anggaran untuk revitalisasi pasar bersumber dari APBD. Sementara, untuk revitalisasi pasar skala besar pada Pasar Jagalan dan Pasar Samigaluh ditambahi anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Total anggaran yang dikeluarkan untuk revitalisasi Pasar Jagalan yaitu Rp2,4 miliar. Untuk Pasar Samigaluh yaitu Rp895 juta. Empat pasar lain, anggaran yang dikeluarkan oleh Pemkab Kulonprogo melalui APBD masing-masing pasar berkisar pada Rp100 juta sampai Rp200 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Juventus terancam gagal lolos ke Liga Champions usai kalah 0-2 dari Fiorentina dan turun ke posisi keenam klasemen Serie A.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat