Advertisement

Kirab Budaya Tandai Peresmian Dewi Rawe

Yogi Anugrah
Minggu, 05 Mei 2019 - 07:17 WIB
Sunartono
Kirab Budaya Tandai Peresmian Dewi Rawe Warga mengusung patung Dewi Rawe dengan diiringi beragam kesenian tradisional dan gunungan hasil bumi dalam Kirab Sadranan Agung yang digelar di di Dusun Rajek Wetan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Jumat (3/5/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto.

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Ratusan warga tumpah ruah di Dusun Rajeg Wetan, Desa Tirtoadi, Mlati Sleman untuk mengikuti Kirab Budaya Sadran Agung, Jumat (3/5/2019). Kirab Budaya ini untuk menandai diresmikannya Desa Wisata Budaya Rajeg Wetan (Dewi Rawe).

Prosesi kirab budaya dimulai dengan mengarak empat gunungan berisi hasil bumi dan dua ogoh-ogoh mengelililingi Dusun Rajeg Wetan. Setelahnya gunungan tersebut diperebutkan warga.

Advertisement

Fasilitator Dewi Rawe, Wahjudi Djaja mengatakan, sejak berdiri pada 16 Februari lalu, budaya menjadi karakter utama pada Dewi Rawe, mengingat Dusun Rajeg Wetan memiliki potensi alam, sejarah, seni, adat, tradisi budaya, kerajinan, kuliner, flora fauna, hingga kehangatan sosial.

“Ada tujuh buah peninggalan sejarah nenek moyang berupa pendopo, joglo, dan limas yang masih bertahan,” kata dia, Jumat (3/5/2019).

Ia mengatakan, satu diantara peninggalan sejarah tersebut yakni Ndalem Sastro Sudarmo yang dikelola menjadi Pusat Kebudayaan Sastro Sudarmo sekaligus Museum Budaya Agraris Rajeg Wetan.  “Museum ini menjadi satu-satunya museum agraris yang ada di Sleman bahkan Yogyakarta sebagai realisasi kebutuhan kunjungan museum bagi pelajar,” kata dia.

Ia menjelaskan, ada beberapa titik andalan di Dewi Rawe, yakni Pusat Kebudayaan Sastro Sudarmo, Museum Budaya Agraris Rajeg Wetan, Pasar Papringan Dewi Rawe, dan Wanadesa. “Desa yang mandiri secara ekonomi, berdaya dalam hal sumber daya, dan kuat secara sosial merupakan modal utama bagi kedaulatan bangsa,” ucap dia.

Salah seorang warga yang mengikuti proses kirab budaya, Sumehsi, 53, berharap kirab budaya rutin dilakukan tiap tahunnya, sebagai sarana untuk nguri-uri budaya jawa. “Dengan adanya desa wisata ini, juga semoga dapat membuat masyarakat lebih guyub untuk memajukan desa,” ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU

Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU

News
| Minggu, 05 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya

Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 08:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement