WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi toleransi antar umat beragama./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah lembaga keumatan Kristen menyerukan publik tidak tinggal diam menghadapi praktik diskriminasi. Wakil Sekretaris Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) DIY W Timothius Apriyanto mengatakan banyaknya konflik berbasis agama yang tidak terpecahkan secara optimal berpotensi mengancam Pancasila dan keutuhan NKRI.
“Peran tokoh dan organisasi Kristen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang dulu sangat kuat dan strategis, sekarang cenderung menjadi objek persoalan pembangunan,” ujarnya seusai Deklarasi Pernyataan Politik Lembaga Kristen, di Ayara Coffee Shop, Minggu (18/8/2019).
Dia menyerukan kepada masyarakat khususnya umat Kristen untuk tidak takut melawan setiap tindakan diskriminasi maupun ideologi radikal. “Tentu melawan bukan berarti secara fisik. Ideologis dilawan dengan ideologi, dengan dialog dan diskusi,” katanya.
Selain itu, dia juga menuntut pemerintah dan aparatur negara untuk adil serta menjamin hak beragama dan berpolitik seluruh masyarakat. “Kami bergerak secara proaktif bersama elemen bangsa lainnya untuk melawan setiap tindakan yang mengancam tegaknya pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.
Sekretaris Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) DIY, Dwi Purnama, mengatakan sikap tidak tinggal diam terhadap perlakuan diskriminatif telah menjadi sikap pastoral lembaga keumatan Kristen. Ia menegaskan sikap ini diambil bukan dalam konteks pembelaan terhadap eksistensi umat Kristen, melainkan pembelaan atas hak konstitusional.
“Perlawanan kami bukan perlawanan primordial, tapi untuk kepentingan kebangsaan, NKRI dan pancasila. Kami harus melawan karena kami adalah merupakan bagian dari negara ini. Tapi perlawanan ini tidak harus seperti gerakan radikal,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.
Pemerintah siapkan digital single ID berbasis AI untuk bansos lebih tepat sasaran dan kurangi kebocoran anggaran.