Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Penari dari kelompok Penampilan Jatilan Bekso Mudo Wiromo dalam Gelar Seni Tradisi TBY, Sabtu (24/8/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai upaya pelestarian dan ajang eksistensi, Taman Budaya Yogyakarta (TBY) terus mengangkat kelompok-kelompok seni tradisi dari berbagai daerah di DIY untuk unjuk gigi di hadapan masyarakat luas. Salah satunya adalah lewat event bulanan, yakni Gelar Seni Tradisi yang diselenggarakan selama dua hari.
Kali ini grup jatilan Bekso Mudo Wiromo tampil sebagai pembuka Gelar Seni Tradisi di panggung terbuka TBY, Sabtu (24/8). Dengan diiringi tabuhan, sebanyak delapan penari laki-laki berlenggak-lengok di depan panggung dengan memainkan sebuah kuda lumping lengkap dengan cambuknya.
Gerakan dan tempo tarian disesuaikan dengan irama dari para penabuh musik. Saat musik semakin cepat gerakan tarian semakin atraktif.
Ketua Bekso Mudo Wiromo, Suharjan, menjelaskan jatilan yang ditampilkan anggotanya hanya satu babak. Dia mengatakan jika untuk acara dinas, grupnya biasa menampilkan satu babak, menyesuaikan dengan waktu yang disediakan. “Kalau pentas biasa, seperti di kampung atau desa, kami tampil penuh empat babak,” kata dia, Sabtu.
Dari keempat babak itu salah satunya diisi oleh penari-penari perempuan yang bernama Ronggeng Gayeng Bekso Mudo Wiromo. “Itu nama khusus untuk tarian babak perempuan, ini merupakan ciri khas kelompok kami yang telah cukup dikenal,” ujarnya.
Grup yang bermarkas di Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman tersebut telah berdiri sudah cukup lama. Mulanya mereka sebatas Jatilan Klasik. Baru pada 2013, mereka memutuskan untuk berubah menjadi jatilan kreasi baru. “Saat ini anggota keseluruhan Bekso Mudo Wiromo berjumlah 60-70 orang, dengan yang paling muda adalah anak saya sendiri yang masih duduk di bangku SD,” ucap Suharjan.
Koordinator Gelar Seni Tradisi, Wasdiyanta, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung sepanjang tahun dan bertujuan untuk mengekspos seluruh kelompok seni tradisi di DIY. “Juga menjadi bentuk apresiasi dan pelestarian seni tradisi di masyarakat,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.