Prabowo Sebut Banyak Menteri Masuk Rumah Sakit karena Kerja Keras
Prabowo Subianto menyebut banyak menteri dan kepala badan masuk rumah sakit akibat bekerja keras mengejar target pemerintah.
Suasana Audiensi antara warga Menayu Lor yang menolak menara telekomunikasi dengan Diskominfo Bantul yang didampingi oleh Ketua Satpol PP Bantul, pada Rabu (4/9/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL – Geram tidak lekas mendapatkan kejelasan terkait dugaan radiasi buruk yang disebabkan oleh menara telekomunikasi dari Dinas Kominfo Bantul, warga Menyau Lor, Dusun Jeblog, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, menggeruduk Pemkab Bantul pada Rabu (4/9/2019).
Salah satu perwakilan warga, Waljito, mengatakan aksi damai ini bertujuan untuk menolak adanya menara telekomunikasi tersebut dan juga meminta untuk dinas yang terkait segera memindahkan menara tersebut.
“Warga sudah resah dengan adanya menara itu, sehingga hari ini kami mendesak dinas terkait untuk segera membentuk tim untuk menyelidiki lebih lanjut apa benar menara itu menimbulkan radiasi, kalau memang benar dan merugikan kerugian pada masyarakat maka lebih baik dibongkar saja,”kata Waljito.
Ia juga meminta kepada dinas terkait untuk mengahargai psikologi warga yang sudah trauma dengan adanya menara tersebut, menurutnya warga sudah tidak ingin lagi melihat keberadaan menara itu dan ingin hidup tenang.
“Masyarakat sekarang dalam keadaan trauma, sampai ada anak balita yang cacat yang dugaanya dikarenakan radiasi itu, kemudian ada beberapa alat elektronik warga yang rusak ketika ada petir. Selama ini kan belum ada penjelasan tentang hal itu, kami kesini juga untuk meminta kejelasan itu,” lanjutnya.
Kepala Dinas Diskominfo Bantul, Fenty Yusdayati menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan lanjut terhadap menara tersebut, katannya hal tersebut akan dilakukan secepat mungkin.
“jadi terkait dengan dugaan-dugaan radias itu kami tampung dulu dan kami akan melakukan pemeriksaan lanjut ke menara tersebut, secara teknis radiasi itu tidak mungkin terjadi tetapi lantaran demi warga kami akan melakukan pemeriksaan radiasi,” katanya.
“Alat untuk mengecek radiasi itu kan tidak semua punya, adanya hanya di Jakarta jadi perusahaan yang terkait harus segera menghubungi pihak yang mempunyai alat tersebut setelah baru kita adakan pengecekan radiasi,” lanjutnya.
Nantinya setelah dilakukan pengecekan radiasi, kata Fenty jika memang masalah warga itu disebabkan oleh radiasi tersebut maka pihaknya akan membongkar menara telekomunikasi tersebut dan jika tidak maka masyarakat harus legowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prabowo Subianto menyebut banyak menteri dan kepala badan masuk rumah sakit akibat bekerja keras mengejar target pemerintah.
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.
Program Jembatan Garuda telah mencapai 1.416 titik pembangunan dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
BGN memprioritaskan pembangunan dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi untuk mempercepat intervensi gizi penerima manfaat.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.