Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Wisatawan berenang di objek wisata air terjun Kedung Pedut, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Sabtu (6/7/2019).-Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, WATES--Sebanyak 320 pelaku usaha wisata di Kabupaten Kulonprogo mendapat pelatihan pelayanan kepariwisataan 2019. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kulonprogo itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaku usaha wisata dalam melayani wisatawan.
"Dengan pelatihan ini kami ingin menyiapkan SDM wisata yang inovatif dan tangguh agar siap bersaing dengan obyek wisata lain seiring beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta," kata Kepala Seksi Usaha dan Jasa Pariwisata Dispar Kulonprogo, Endah Supeni, Kamis (5/9/2019).
Endah menerangkan, kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan pihaknya ini dilangsungkan secara bertahap sejak Juni dan berakhir pada Oktober mendatang. Materi pelatihan meliputi pelatihan pemandu wisata budaya tematik, pelatihan pemandu outbond, pelatihan teknologi Informasi untuk pengelola desa wisata, pelatihan pemandu wisata kuliner dan belanja, hingga pelatihan penyusunan paket wisata bagi pengelola desa wisata.
"Pemateri yang dihadirkan dari praktisi wisata dan jajaran Dinas Pariwisata Kulonprogo," ujar Endah.
Dikatakan Endah, peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pemandu, pemilik homestay, pengelola obyek wisata, hingga pengrajin souvernir. Namun mayoritas yang diikutkan adalah pengelola obyek wisata yang bergerak di sektor desa wisata.
Dijelaskannya desa wisata yang ikut dalam pelatihan ini berjumlah 11 desa, yakni Desa Wisata Nglinggo, Desa Wisata Sidoharjo, Desa Wisata Tinalah Purwoharjo, Desa Wisata Banjaroya, Desa Wisata Banjarasri, Desa Wisata Dekso Banjararum, Desa Wisata Purwosari, Desa Wisata Jatimulyo, Desa Wisata Sermo Hargowilis, Desa Wisata Kalibiru, dan Desa Wisata Sidorejo.
Banyaknya desa wisata yang diikutkan dalam pelatihan ini bukan tanpa alasan. Dinas Pariwisata Kulonprogo sejak beberapa tahun terakhir memang gencar meningkatkan kualitas desa wisata, yang diharapkan bisa menjadi unggulan daerah.
Jawatan ini secara intensif melakukan peningkatan kapasitas SDM pengelola desa wisata, mulai dari pelatihan kuliner, pemandu wisata, pelayanan prima, hingga pengelolaan homestay. Selain itu, Dispar melakukan pendampingan dalam menyusun paket desa wisata, manajemen desa wisata, hingga promosi.
Menurut Kepala Dispar Kulonprogo Niken Probo Laras, 11 desa wisata di Kulonprogo sudah masuk dalam kategori baik. Beberapa di antaranya bahkan pernah meraih penghargaan, salah satunya dalam penghargaan pengelolaan Community Based Tourism (CBT) tingkat nasional. Penghargaan ini diraih Desa Wisata Nglinggo.
"Kami di sini posisinya sebagai pendamping mereka, dan juga ikut membantu promosi agar desa wisata bisa berkembang pesat," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.