Anggaran Pilur Serentak Gunungkidul 2027 Naik Jadi Rp4,6 Miliar, Ini Alasannya
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Ilustrasi ibadah haji dan umrah./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul memastikan seluruh jemaah haji asal gunungkidul sudah kembali ke rumah masing-masing. Rombongan terakhir yang berjumlah 30 orang tiba di Gunungkidul, Minggu (15/9/2019) malam.
Meski sudah pulang, Kemenag memastikan masih memantau kondisi kesehatan jemaah dengan melibatkan petugas medis di puskemas di setiap wilayah di Gunungkidul.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Gunungkidul, Muhammad Yusuf, mengatakan jemaah haji yang berangkat tahun ini sebanyak 236 orang. Para jemaah telah menyelesaikan ibadah dan sekarang sudah pulang ke rumah masing-masing.
Menurut dia, di dalam penyelenggaran haji tahun ini terbagi dalam dua kloter. Rombongan pertama masuk kloter 22 SOC berjumlah 206 jemaah pulang ke Gunungkidul pada Minggu (25/8/2019), sedangkan rombongan kedua berjumlah 30 jemaah masuk kloter 96 SOC tiba di kampung halaman Minggu (15/9) malam. “Semua sudah pulang dengan selamat,” kata Yusuf kepada Harian Jogja, Senin (16/9/2019).
Dia menjelaskan pemantauan kesehatan dilakukan untuk memastikan jemaah tidak terserang penyakit. Yusuf menuturkan, untuk pemantauan Kemenag bekerjasama dengan puskesmas di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC setelah Stefan Ashkovski mendapat kartu merah. Pieter Huistra menilai insiden itu mengubah dinamika pertandingan.
Kelurahan Cokrodiningratan mengajak 60 KK mengolah sampah organik lewat budi daya manggot yang menghasilkan 50–70 kg setiap dua minggu.
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.