UGG Gunungsewu Bersiap Revalidasi 2027, 8 Catatan Mulai Dibenahi
UGG Gunungsewu akan menjalani revalidasi 2027. Pemkab Gunungkidul mulai memperbaiki catatan evaluasi 2023 dan menyiapkan dokumen.
Ilustrasi ibadah haji dan umrah./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul memastikan seluruh jemaah haji asal gunungkidul sudah kembali ke rumah masing-masing. Rombongan terakhir yang berjumlah 30 orang tiba di Gunungkidul, Minggu (15/9/2019) malam.
Meski sudah pulang, Kemenag memastikan masih memantau kondisi kesehatan jemaah dengan melibatkan petugas medis di puskemas di setiap wilayah di Gunungkidul.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Gunungkidul, Muhammad Yusuf, mengatakan jemaah haji yang berangkat tahun ini sebanyak 236 orang. Para jemaah telah menyelesaikan ibadah dan sekarang sudah pulang ke rumah masing-masing.
Menurut dia, di dalam penyelenggaran haji tahun ini terbagi dalam dua kloter. Rombongan pertama masuk kloter 22 SOC berjumlah 206 jemaah pulang ke Gunungkidul pada Minggu (25/8/2019), sedangkan rombongan kedua berjumlah 30 jemaah masuk kloter 96 SOC tiba di kampung halaman Minggu (15/9) malam. “Semua sudah pulang dengan selamat,” kata Yusuf kepada Harian Jogja, Senin (16/9/2019).
Dia menjelaskan pemantauan kesehatan dilakukan untuk memastikan jemaah tidak terserang penyakit. Yusuf menuturkan, untuk pemantauan Kemenag bekerjasama dengan puskesmas di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGG Gunungsewu akan menjalani revalidasi 2027. Pemkab Gunungkidul mulai memperbaiki catatan evaluasi 2023 dan menyiapkan dokumen.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Jalur pendakian Gunung Kerinci ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Anggota DPR RI Vita Ervina mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)
Dokter bedah saraf menjelaskan tumor otak tak selalu berakhir buruk. Deteksi dini dan ukuran tumor turut menentukan hasil penanganan.
Warga mengadukan kolam koi di Villa Banguntapan ke DPRD Bantul. Sejumlah persoalan disorot, dari kolam jebol hingga perizinan.