Petani Pesisir Sukses Kembangkan Bawang Merah Biji

Salah seorang petani menunjukan hasil panen bawang merah di Desa Pulutan, Wonosari, Gunungkidul - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
15 September 2019 21:07 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul berhasil mengembangkan komoditas bawang merah biji di wilayah selatan Gunungkidul. Pengembangan dilakukan sebagai uji varietas beberapa jenis bawang merah untuk mengetahui potensinya.

Adapun varietas yang ditanam di antaranya bawang merah biji Lokananta TSS (True Seed Shallot) dan bawang merah biji terdiri dari varietas Saptosari, Tajuk dan Crok Kuning. Pengembangan bawang merah biji Lokananta TSS merupakan program penyaluran bantuan benih untuk lahan seluas lima hektare yang terbagi di lima kelompok tani.

Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan keberhasilan panen bawang merah biji ditunjang dengan adanya irigasi menggunakan pompa bantuan dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian. "Pengembangan bawang merah biji berhasil dilakukan, sehingga harapannya bantuan yang diberikan dijaga serta secara rutin dilakukan pemeliharaan," katanya, Sabtu (14/9/2019).

Bambang Wisnu menjelaskan komunikasi dan konsultasi antara petani dan petugas penyuluh pertanian sangat penting agar hasil panen baik seperti yang diharapkan. “Aktifnya konsultasi juga berguna untuk menekan terjadinya permainan harga yang merugikan petani saat panen melimpah,” ujarnya.

Dia juga meminta kelompok petani untuk mengoptimalkan keberadaan lahan pertanian hortikultura di Bulak Ngrawe serta Bulak Lodoyong yang berdekatan dengan kawasan pantai. “Ke depan agar digagas sinergi antara sektor wisata dan pertanian,” kata Bambang.

Salah satu anggota kelompok tani Tukul Pambudi Dusun Watubelah, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Dwi Sumarwanto, menuturkan dari hasil uji tanam didapatkan angka perbandingan hasil panen varietas Lokananta TSS sebanyak 19,1 ton per hektare, varietas Saptosari 10 ton per hektare, varietas Tajuk 17,2 ton per hektare dan varietas Crok Kuning 15,3 ton per hektare. “Dukungan pengembangan pertanian hortikultura menjadi penyemangat kami untuk serius agar mendapatkan hasil yang maksimal,” ujarnya.