Target PAD Wisata Gunungkidul Naik Jadi Rp63,2 Miliar
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
Seorang pengendara motor melintas di ruas Nglipar-Wotgaleh di Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, yang baru saja diperbaiki DPUPRKP Gunungkidul, Jumat (13/9/2019). Jalan ini diperbaiki menggunakan DAK 2019 sebesar Rp6 miliar./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemkab Gunungkidul terus berupaya memperbaiki ruas jalan kabupaten yang rusak. Dari total ruas jalan kabupaten sepanjang 1.200 kilometer, sekitar 60% dalam kondisi rusak.
Upaya perbaikan tidak hanya menggunakan dana dari APBD kabupaten, tetapi dalam pelaksanaannya juga meminta bantuan ke Pemerintah Pusat melalui dana alokasi khusus (DAK). Untuk tahun ini Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul mendapatkan bantuan Rp28,8 miliar.
Kepala Seksi Pemeliharaan DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana, mengatakan perbaikan jalan di empat ruas jalan sudah berjalan. Ditargetkan upaya perbaikan bisa selesai secepatnya. “Sudah proses dan mudah-mudahan bisa segera rampung,” katanya kepada wartawan, Minggu (15/9/2019).
Dia menjelaskan keberadaan DAK untuk program infrakstruktur sangat membantu di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab. Meski demikian, untuk memperoleh dana ini harus ada beberapa persyaratan yang dipenuhi, salah satunya proses perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak boleh sepotong-potong.
Sebagai contoh, kata Wadiyana, saat pengusulan DAK ada ruas sepanjang 10 kilometer, maka di dalam proses pengusulan Pemkab harus memastikan bahwa pengerjaan harus selesai dalam satu kali pengerjaan. “Tidak boleh dipecah-pecah karena jika tidak tuntas, maka tidak bisa mendapatkan bantuan,” katanya.
Dia berharap dengan upaya perbaikan yang dilakukan dapat memperpendek ruas jalan kabupaten yang rusak. “Saat ini masih ada 60 persen ruas jalan yang rusak, dan Pemkab terus berupaya memperbaiki secara berkala,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Anton Supriyadi, mendukung upaya Pemkab memperbaiki jalan yang rusak. Menurut dia, kondisi jalan kabupaten masih banyak yang rusak sehingga butuh diperbaiki. “Jalan sangat penting karena memacu tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” katanya.
Anton menuturkan di Gunungkidul masih banyak jalan rusak yang butuh perhatian. “Akses menuju destinasi wisata banyak yang rusak, padahal itu bisa menyangkut citra pariwisata di Bumi Handayani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
Kiandra Ramadhipa turun ke posisi keenam Moto3 Junior 2026 setelah finis ke-10 di Misano akibat penalti enam detik.
Mahasiswa ITB Dody Muhammad Pasha meninggal dunia saat mengikuti ITB Ultra Marathon 2026 di Cianjur. Tim medis sempat memberikan pertolongan.
Boyamin Saiman dari MAKI menduga Nusron Wahid berada di Malaysia saat mangkir dari panggilan KPK terkait dugaan korupsi di ATR/BPN.
Lebih dari 1.800 orang ditangkap setelah demo di Prancis berakhir ricuh. Ratusan petugas terluka dan sejumlah bangunan rusak.
Empat suporter PSS Sleman tewas dalam kecelakaan di Tol Madiun. Bupati Sleman menyampaikan belasungkawa dan mengimbau suporter away menggunakan bus.