180 Komunitas Motor di Jogja Ramaikan Road to MotoGP Mandalika 2026
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Pimpinan DPRD DIY periode 2019 - 2024 kiri ke kanan: Nuryadi, Huda Tri Yudiana, Suharwanta, Anton Prabu Semendawai./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Empat pimpinan DPRD DIY periode 2019-2024 resmi ditetapkan melalui Rapat Paripurna yang digelar pada Selasa (17/9/2019). Salah satu janji yang digaungkan keempat Pimpinan Dewan adalah mengurangi kegiatan kunjungan kerja (kunker) hingga 50% dibandingkan sebelumnya.
Dalam Rapur tersebut, keempat Pimpinan DPRD DIY yang ditetapkan meliputi, Nuryadi (PDI Perjuangan) yang sebelumnya menjadi Ketua DPRD DIY sementara ditetapkan sebagai Ketua DPRD DIY periode 2019-2024.
Nuryadi akan didampingi oleh tiga Wakil Ketua DPRD DIY, masing-masing Wakil Ketua I Huda Tri Yudiana (PKS), Wakil II Suharwanta (PAN) dan Wakil III Anton Prabu Semendawai (Gerindra). Keempat Pimpinan Dewan ini selanjutnya menunggu tanggal pelantikan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Usai ditetapkan sebagai Ketua DPRD DIY, Nuryadi mengatakan untuk meningkatkan kinerja para anggota Dewan, seluruh pimpinan bersepakat untuk mengurangi jumlah kunker ke luar daerah. Bahkan, katanya, seluruh anggota Dewan berkomitmen untuk menekan kunker hingga 50% dibandingkan anggota Dewan periode sebelumnya.
"Misalnya, kalau periode lalu jumlah kunker 20 kegiatan maka pada periode ini turun menjadi 10 kegiatan saja," katanya usai Rapur DPRD DIY, Selasa (17/9/2019).
Sebagai gantinya, lanjut Nur, para anggota Dewan akan lebih banyak melakukan aktivitas dengan masyarakat (konstituen), memperbanyak aktivitas komunikasi dengan konstituen termasuk menjaringan aspirasi di tingkat bawah.
"Kami akan perbanyak untuk bertemu dengan masyarakat dan melakukan rapat kerja. Ini dilakukan agar kinerja para anggota Dewan bisa lebih maksimal,” ungkap Nuryadi usai penetapan.
Senada dengannya, Wakil Ketua I DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengatakan pada periode ini Dewan akan lebih fokus pada penanganan permasalahan di DIY mulai kemiskinan, kesenjangan sosial hingga lapangan pekerjaan dan peningkatan perekonomian.
"Kalau kegiatan kunker dikurangi, maka hal itu bisa dimanfaatkan untuk program lainnya. Misalnya untuk program pengentasan kemiskinan dan lainnya," kata Huda.
Pengurangan jumlah Kunker pada periode ini, lanjut Huda, bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas masing-masing anggota Dewan. "Kami juga punya wacana menambah hari kerja sampai Sabtu agar lebih maksimal lagi karena selama ini dewan tidak kenal hari kerja. Mudah-mudahan bisa lebih baik,” ungkap Huda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
BEI bertemu MSCI pukul 15.30 WIB untuk meminta klarifikasi status konsultasi pasar modal Indonesia setelah IHSG melemah 5,05 persen.
KPK memanggil VP Valbury Asia Futures dan pihak swasta sebagai saksi kasus dugaan gratifikasi Rp37,8 miliar yang menjerat eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono.
Menko Polkam Dudung Abdurachman menggelar rapat bersama menteri dan pejabat TNI-Polri membahas karhutla, stok BBM, energi, hingga agraria.
TNI AL memusnahkan 4.364 cartridge vape berisi narkotika senilai Rp34,9 miliar di Lampung. Barang bukti ditemukan di bus rute Medan-Tangerang.
UMKM binaan Astra mencatat potensi transaksi Rp104,9 miliar di Trade Expo Indonesia 2026, termasuk peluang ekspor ke Australia dan Jepang.