Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Seekor sapi tengah menjalani pengecekan sebelum mengikuti kontes ternak sapi dan kambing 2019 di Pasar Hewan Terpadu, Kecamatan Pengasih, Selasa (17/9/2019). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Sebanyak 130 ekor sapi dan kambing di Kabupaten Kulonprogo mengikuti kontes ternak sapi dan kambing 2019, Selasa (17/9/2019). Kegiatan yang sudah menginjak tahun kelima itu dilangsungkan di Pasar Hewan Terpadu, Kecamatan Pengasih.
Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kulonprogo, Nursyamsu Hidayat, mengatakan penyelenggaraan kontes ini dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kulonprogo ke-68 serta lustrum Fakultas Peternakan UGM ke-10.
Lewat kegiatan ini, diharapkan para peserta yang mayoritas anggota kelompok ternak di Kulonprogo bisa terpacu untuk meningkatkan kualitas ternaknya. "Tujuan kegiatan ini bisa meningkatkan populasi, produksi serta kualitas ternak itu sendiri," kata Nursyamsu, di sela-sela kontes ternak 2019.
Dikatakan Nursyamsu, pelaksanaan kontes tahun ini ditambah dengan kegiatan panen pedet yang diikuti sekitar 400 ekor. Panen pedet dilakukan untuk mengevaluasi keberhasilan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang merupakan program pusat untuk meningkatkan populasi dan produksi, serta memperbaiki reproduksi sapi di Kulonprogo.
Dia menjelaskan ada beberapa kategori yang dilombakan dalam kontes ini. Untuk sapi, meliputi kategori calon induk, indukan, calon pejantan, pejantan, penggemukan sapi po (lokal) dan penggemukan sapi non po. Sedangkan untuk kambing peranakan etawa (pe) kategorinya adalah indukan, calon indukan, pejantan dan calon pejantan.
Dalam kontes ini, hewan ternak terlebih dahulu menjalani pengecekan kesehatan dan berat badan. Dari hasil pengecekan, dewan juri akan menilai mana ternak yang bebas penyakit dan memiliki berat badan ideal. Ternak yang memperoleh nilai tertinggi mendapat hadiah berupa piagam dan uang pembinaan.
Salah satu peserta lomba, Iswanto, 60, mengatakan kontes tahun ini merupakan yang kedua kalinya ia ikuti. Tahun lalu, kelompoknya, yaitu Kelompok Ternak Sri Rahayu 1, Dusun Patuk Kidul, Desa Tirtorahayu, Kecamatan Galur berhasil menyabet juara 1 untuk kategori induk dan juara 2 kategori calon induk. "Sementara untuk tahun ini saya ikut yang kategori calon pejantan, semoga saja bisa dapat juara lagi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 15 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Cuaca DIY hari ini diprediksi didominasi hujan. Sleman berpotensi diguyur hujan sedang dengan kelembapan udara tinggi.