Thom Haye Kartu Merah, Maarten Paes Ungkap Peran Besar Suporter Timnas Indonesia
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Pemasangan panel surya di Kelompok Tani Soemardjan & Sedayu di Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul. /Ist-TI UPN.
Harianjogja.com, BANTUL—Beban operasional terutama energi listrik menjadi kendala utama yang dihadapi sejumlah kelompok tani ikan hias, salah satunya di Kecamatan Sewon, Bantul. Akibatnya mereka kesulitan menyisihkan pendapatan untuk menambah modal usaha karena biaya operasional yang tinggi.
Sejumlah dosen Teknik Informatika, Fakultas Teknik Industri (FTI) UPN Veteran Yogyakarta berusaha mencarikan solusi melalui pendampingan pengabdian masyarakat dengan mencarikan solusi energi alternatif bagi petani ikan hias. Adapun petani yang dipilih adalah Kelompok Tani Soemardjan & Sedayu di Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul karena dinilai memiliki permasalahan kompleks terkait budidaya ikan tersebut.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FTI UPN untuk Kelompok Tani Soemardjan & Sedayu, Mangaras Yanu Florestiyanto menjelaskan permasalahan utama kelompok ini adalah keterbatasan modal usaha para petani ikan menyebabkan terhambat produktivitasnya. Pendapatan kelompok yang diharapkan bisa digunakan untuk menambah modal usaha juga terbatas.
“Sebenarnya permasalahan yang dihadapi kelompok tani Soemardjan & Sedayu ini sudah mewakili sebagian besar persoalan kelompok tani ikan di kecamatan Sedayu. Kami berusaha untuk mencarikan solusinya,” terang dia dalam rilisnya, Kamis (19/9/2019).
Bahkan, kata dia, terkadang dalam satu kali panen yang masa produksinya tiga sampai enam bulan justru merugi karena habis untuk biaya operasional. Mengingat beban operasional usaha budidaya ikan hias terhitung cukup besar, terutama beban listrik, karena dalam pemeliharaan ikan hias, listrik sangat vital perannya. Untuk meningkatkan volume usaha yang lebih besar tentu dibutuhkan dukungan.
“Solusi yang kami tawarkan adalah menerapkan sumber energi listrik alternatif panel surya untuk mengurangi beban operasional, sehingga dapat meningkatkan pendapatan yang diharapkan bisa menambah modal usaha,” katanya.
Anggota Tim Pengabdian Masyarakat untuk Kelompok Tani Soemardjan & Sedayu Wilis Kaswidjanti menambahkan paket teknologi yang paling cocok sebagai solusi terhadap permasalahan yang dihadapi kelompok tani ikan adalah teknologi panel surya. Adapun panel surya yang dipasang digunakan untuk cadangan satu pompa kolam selama 12 jam saja atau waktu siang hari saja. Ia mengakui, panel surya yang disedikan memang belum bisa menyentuh semua kolam, namun diharapkan ke depan ada kelanjutan pendampingan.
“Panel surya ini untuk mengcover kebutuhan listrik di siang hari, ini sangat mengurangi kebutuhan listrik melalui PLN,” ujarnya.
Menurutnya, dalam pendampingan itu pihaknya menguatkan sistem manajemen wirausaha mandiri yang sistematis bagi kelompok tani ikan. Caranya melalui diskusi tentang manajemen produksi dan pemasaran secara online, dengan memanfaatkan marketplace yang sudah berkembang dan media sosial. “Kelompok ini sudah mulai memasarkan secara online,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
PKH tahap 4 2026 segera memasuki periode Oktober-Desember. Simak cara daftar lewat Perlinsos Digital, syarat, nominal, dan cara cek status.
Bayi gajah sumatra jantan lahir di Tesso Nilo diberi nama Ganesha. Ini merupakan anak keenam Lisa dari perkawinan dengan gajah liar.
Stok MinyaKita menipis? Pedagang Bantul bisa mengajukan pasokan ke Bulog dengan syarat NIB, KTP, email, dan nomor telepon.
Pedagang pasar Jogja menghadapi tekanan daya beli dan pedagang keliling. Disdag menyiapkan event, keringanan retribusi hingga live selling.
KPK menyebut Ombudsman dapat melaporkan dugaan pungli di lapas dan rutan jika data lengkap, termasuk temuan di Cibinong dan Pondok Bambu.