Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
ilustrasi buta aksara/Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah penduduk yang masuk kategori buta aksara di Kabupaten Gunungkidul masih cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), jumlah penduduk yang buta aksara di Bumi Handayani tercatat sebanyak 16.937 orang. Disdikpora menggelontorkan anggaran Rp1,6 miliar untuk mengurangi jumlah itu.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, menjelaskan jajarannya menggencarkan program keaksaraan lanjut dengan mengadakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Adapun warga dengan buta aksara usianya dari 40 sampai 60 tahun. "Mereka yang usia lanjut juga mendapat keterampilan lain supaya tidak bosan dalam kegiatan belajar huruf alfabet," katanya, Selasa (24/9/2019).
Bahron mengatakan peserta yang sudah bisa baca tulis akan bergabung dengan PKBM guna mengajari peserta lainnya yang masih belajar huruf maupun angka. Peserta PKBM tidak dipungut biaya sama sekali. Dana sebesar Rp1,6 miliar disalurkan kepada 24 PKBM dan 16 lembaga kursus. "Alokasinya untuk beli alat tulis, honor pengajar, fasilitas penunjang pembelajaran, honor pengelola dan alat praktik," ujarnya.
Menurutnya, selama empat tahun terakhir jumlah orang dengan buta aksara yang dapat dikurangi mencapai 16.816 orang. Sedangkan untuk tahun ini sebanyak 70 orang sudah melek huruf. "Kami terus berupaya agar semua penduduk di Bumi Handayani melek huruf," ujarnya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, menilai program pengentasan buta aksara harus terus dijalankan. Pasalnya, jika masyarakat sudah melek huruf maka tidak perlu bantuan orang lain untuk hal paling mendasar yakni tulis menulis. "Masyarakat bisa mandiri terlebih saat mengurus hal-hal administratif yang membutuhkan kecermatan," katanya.
Ia mengimbau masyarakat yang mengikuti program keaksaraan jangan takut kalau tulisannya belum bagus. "Dulu waktu SD semuanya tulisan belum bagus," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
UPNV Jogja menonaktifkan lima dosen terkait dugaan kekerasan seksual. Seluruh aktivitas Tridharma dihentikan selama proses investigasi.
BP BUMN dan Kemnaker memperkuat sinergi transformasi BUMN dengan memastikan perlindungan pegawai dan hubungan industrial tetap sehat.
Dinsos Kulonprogo mencoret 40 penerima KKS setelah validasi, termasuk ASN, warga mampu, hingga data tidak valid.
Aktivitas Gunung Sinabung meningkat ditandai tremor dan gempa vulkanik. PVMBG minta warga waspada potensi erupsi.
Ekonom UGM kritik rencana penutupan prodi tak relevan industri. Pendidikan tinggi dinilai harus tetap fokus pada ilmu dan masa depan.