Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Murtini menyirami jagung-jagung yang ia tanam di lokasi proyek perbaikan SAH Jalan Babaran, Kamis (26/9/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Lebih dari sebulan proyek perbaikan Saluran Air Hujan di Jalan Babaran Jogja mangkrak, terhitung sejak tersandungnya proyek itu setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Tak kunjung mendapat kejelasan, beberapa warga menanami lokasi dengan jagung.
Salah satu warga yang berinisiatif menanami lokasi proyek dengan jagung, Murtini, menuturkan penanaman itu bukan bentuk protes, melainkan sekadar agar mengurangi debu yang bertebaran. "Debunya banyak, jadi harus disirami. Daripada nyirami brongkalan mending nyirami tanaman," katanya, Kamis (26/9/2019).
Rumah murtini berada di sisi utara Jalan Babaran, tepat di sebelah lubang-lubang proyek. Di rumah itu ia berjualan bensin eceran dan klontong, sehingga perlu rajin menyirami areal depan rumahnya. Ia dan beberapa warga lain telah menanam jagung sekitar 12 hari.
Sampai saat ini, ia belum mendapat kepastian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terkait bagaimana kelanjutan proyek. "Ketimbang nunggu tidak ada kepastian, terkatung-katung, kalau ditanami kan lumayan nanti kalau bisa sampai panen kan Alhamdulillah," ujarnya.
Ia mengaku membeli bibit jagung sebanyak setengah kilo. Setiap hari ia merawat jagung-jagung itu dengan memberi pupul dan menyirami setiap pagi dan sore. Meski demikian ia tetap berharap Pemkot dapat melanjutkan proyek itu sebab khawatir sebentar lagi musim hujan.
Ketua RT 38 Babaran, Joko Prakoso, membenarkan Pemkot sampai saat ini belum memberi kepastian kepada warga. "Tadi pagi ada orang DPUPKP meninjau, ngukur-ngukur di situ, mungkin mau menutup atau apa, saya belum tahu," ujarnya.
Dengan mangkraknya proyek ini, ia mengeluhkan kondisi jalan yang menjadi sempit, tidak bisa dilewati mobil. Bahlan pada titik-titik lubang, motor harus bergantian melewatinya, tidak bisa langsung dari dua arah. "Debu juga banyak, kalau cuma disirami sekali langsung kering lagi," katanya.
Selain itu ia juga khawatir karena sebentar lagi musim hujan, lubang-lubang proyek akan rawan digenangi air. Sebab kata dia biasanya jika musim hujan air di Jalan Babaran sering menggenang. Jika air menggenang dan lubang masih menganga maka akan sangat membahayakan karena tidak terlihat oleh pengendara.
Ia mengungkapkan saluran itu saat dimulai proyek, dipasangi pasak di beberapa titik, sehingga air tidak bisa tembus ke arah timur sampai kali Gajahwong. "Begitu proyek terhenti, mereka langsung stop, bahkan tidak sempat membuka saluran," ujarnya.
Menurutnya, hal ini akan memperbesar potensi banjir di permukiman warga. Banjir dengan air yang kotor kata dia akan berdampak pada kondisi lingkungan dan kesehatan warga.
Ia melihat perbaikan SAH ini sudah bermasalah sejak perencanaan, karena di saluran sepanjang sekitar 100 meter hanya dipasangi bis kecil ukuran satu meter. Padahal jika ingin mengurai debit air dari sungai di Jalan Batikan, seharusnya menggunakan bis besar berukuran 1,8 meter.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan karena pelaksana proyeknya sedang dalam masalah hukum, maka Pemkot masih menunggu rekomendasi untuk membuat keputusan, melanjutkan atau melakukan pelelangan lagi.
"Pemkot bertindak hati-hati terhadap persoalan ini. Melihat waktu yg sudah masuk bulan Oktober, kalau melanjutkan dengan pelelangan jelas tidak mungkin. Waktunya tidak cukup untuk menyelesaikan administrasi atau pelelangan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Penjualan mobil listrik RI naik 99,4% hingga Agustus 2026. Simak 20 model terlaris, Jaecoo J5 memimpin di atas BYD Atto 1.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 16 September 2026, untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.
Pakistan menjadi negara dengan kualitas udara terburuk 2025. PM2.5 mencapai 13,5 kali pedoman WHO, sementara Indonesia membaik.
Bagnaia mengakui levelnya kini di posisi 9-10 setelah gagal finis di San Marino. Ia menyoroti masalah pengereman dan menikung.