Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi sampah./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Pemkot Jogja menyerahkan tujuh sepeda motor roda tiga kepada tujuh kecamatan, Jumat (27/9/2019). Penyerahan ini merupakan bagian dari program Adipura Kecamatan yang diselenggarakan tahun ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Suyana, menjelaskan dari 14 kecamatan di Kota Jogja, tujuh kecamatan dinyatakan layak mendapat penghargaan dan hadiah berupa motor roda tiga. Ketujuh kecamatan ini di antaranya Kotagede, Mantrijeron, Gondomanan, Gondokusuman, Danurejan, Jetis, dan Tegalrejo.
Indikator kecamatan yang mendapat hadiah motor roda tiga adalah kecamatan yang dalam penilaian Adipura mendapat skor di atas 72. "Sistem yang kami gunakan bukan lomba atau kompetisi, tetapi passing grade. Jadi kalau nilainya mencapai 72 kami berikan penghargaan," ujarnya, Jumat.
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kata dia, jumlah penghargaan yang diberikan lebih banyak. Tahun lalu tercatat hanya ada tiga kecamatan yang menerima pemberian sepeda motor roda tiga, yakni Gondomanan, Danurejan dan Jetis.
Dia berharap sepeda motor roda tiga itu bisa dimaksimalkan oleh kecamatan penerima untuk keperluan kebersihan dan keindahan wilayah mereka masing-masing.
Tak hanya soal program kebersihan dan keindahan di wilayah tersebut, indikator penilaian Adipura Kecamatan juga menyangkut soal penerapan program tersebut. "Camat sudah presentasi soal profil kecamatan, kegiatannya apa saja yang mendukung terkait dengan kebersihan dan keindahan," kata dia.
Dia juga mengimbau para camat untuk membuat neraca sampah. Hal ini sebagai upaya mendukung target pengurangan sampah nasional sebanyak 30%.
Saat ini Kota Jogja kata dia telah berhasil mengurangi sampah sampai 27%. "Harapannya sejak dari kecamatan sudah bisa menghitung berapa sampah yang terkurangi," katanya.
Menurut dia masyarakat bisa berkontribusi dalam pengurangan sampah ini dengan beberapa kegiatan, sepertu bank sampah, pembuatan kompos, biopori dan lainnya. Faktor terbesar yang banyak mengurangi sampah kata dia yakni pemulung di TPS, bank sampah dan Rumah Kompos. "Pemulung itu ada dua sisi. Di satu sisi kadang ngotori tempat, tapi dia juga mendukung pengurangan sampah. Maka kami juga buatkan rumah singgah untuk menampung barang-barangnya. Tapi harus segera dibawa keluar," ujar dia.
Camat Kotagede, Rajwan Taufik, menuturkan motor roda tiga yang telah diserahkan untu kecamatannya akan dimanfaatkan untuk kegiatan monitoring wilayah. "Seperti bank sampah, distribusi kompos dan sebagainya. Untuk mendorong agar pengelolaannya lebih efisien," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.