Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Didi Kempot saat tampil memenuhi kerinduan Sobat Ambyar di Lapangan Desa Ngawu, Kecamatan Playen, Senin (30/9/2019) malam./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–The Godfather of Broken Heart, Didi Kempot, menyihir ribuan pasang mata dalam Malam Pentas di Lapangan Desa Ngawu, Kecamatan Playen, Senin (30/9/2019) malam. Di sela kesibukannya pentas tanpa henti, anak dari almarhum seniman Ranto Edi Gudel ini memiliki sebuah mimpi membuat lagu bertemakan nasionalisme.
“Almarhum Gobloh menjadi insiparasi saya, karena karyanya di lagu Kebyar-Kebyar menjadi tema nasionalis yang terus dinyanyikan hingga sekarang. Saya ingin membuat lagu seperti itu,” kata Didi Kempot kepada wartawan sebelum pementasan, Senin malam.
Menurut dia, dirinya memiliki kesamaan dengan Gombloh karena sama-sama tumbuh dari musisi jalanan. “Kami pernah merasakan di titik terendah sebagai musisi jalanan hingga mendaki puncak karier sebagai penyanyi,” tuturnya.
Ia menuturkan, hingga saat ini masih mencari ide agar bisa membuat lagu seperti milik Gombloh. “Ini mimpi saya, jadi sebisa mungkin akan mewujudkannya,” katanya.
Didi Kempot tidak menampik, di tahun ini menjadi kebangkitannya sebagai musisi karena banyak tawaran manggung di berbagai lokasi di Indonesia. Saking banyaknya, dalam satu bulan dia bisa terus menerus pentas. “Sebagai contoh bulan ini saya pentas sebulan penuh,” katanya.
Saat ini Didi Kempot mengaku menyiapkan lima lagu terbaru untuk memenuhi keinginan Sobat Ambyar. Menurutnya, lagu-lagu ini sudah diciptakan dan telah melalui proses pembuatan video. “Semua sudah siap dan tinggal launching. Lagu yang saya ciptakan masih bernuansa tentang cinta,” katanya.
Pentas di lapangan Desa Ngawu berjalan dengan lancar. Konser yang digelar Lembaga Pendidikan Mahesa Agni ini mampu menyedot ribuan pengunjung. Sebagian besar anak muda, dan mereka hapal lagu seperti Banyu Langit, Cidro, dan Pamer Bojo, serta sejumlah lagu lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
ASDP dan Pelni membuka layanan pengiriman bantuan gratis untuk korban gempa NTT. Logistik dikirim melalui jalur laut guna mempercepat distribusi.
Malaysia dan Singapura menghadapi misi berat lolos ke final Piala AFF 2026 setelah kalah pada leg pertama semifinal dari Vietnam dan Thailand.
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan alasan kelereng dan karet loncat masuk dalam goodie bag HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Jay Idzes dan Kieronn Bowie mengucapkan selamat HUT RI ke-81 dari Italia melalui Sassuolo. Kapten Timnas Indonesia bahkan menyapa dengan bahasa Sunda dan Jawa.
Spanyol berpotensi mencetak rekor 100 juta wisatawan pada 2026. Di balik lonjakan turis, warga mengeluhkan kepadatan, krisis hunian, dan biaya hidup.