Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Sejumlah pengunjung bermain di kawasan Pantai Watukodok, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, belum lama ini./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Warga di kawasan Pantai Watukodok, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, bergotong royong memperbaiki jalan yang rusak secara mandiri. Dana perbaikan yang digunakan merupakan hasil menyisihkan uang parkir dari para pengunjung serta sumbangan dari warga.
Salah seorang warga di Pantai Watukodok, Surahman, mengatakan akses menuju pantai hingga sekarang masih dalam kondisi rusak. Terlebih, hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah untuk perbaikan jalan.
Guna memberikan kemudahan bagi para pengunjung, warga berinisiatif memperbaiki dengan mengecor jalan. Meski demikian, upaya perbaikan belum menyasar ke seluruh jalan yang rusak. “Dari jalan utama menuju ke pantai kondisinya rusak, tapi kami juga berusaha memperbaikinya secara swadaya,” katanya, Kamis (3/10/2019).
Rahman menuturkan selain mengumpulkan iuran dari masyarakat, dana perbaikan juga mengandalkan dana parkir yang ditarik dari pengunjung. Untuk sekali berkunjung, pengguna motor dikenakan tarif Rp3.000 per unit, sedangkan bagi pengujung yang membawa mobil dikenakan tarif parkir Rp5.000. “Setelah semuanya terkumpul nanti ada yang digunakan sebagai honor pengelola dan sebagiannya lagi disisihkan untuk memperbaiki jalan yang rusak,” katanya.
Menurut dia jalan yang rusak mendesak diperbaiki. Hal ini dilakukan untuk memberikan kemudahan akses bagi para pengunjung yang datang ke Pantai Watukodok. “Perbaikan jalan belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, jadi warga berinisiatif memperbaiki sendiri,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Sumarno, pedagang di Pantai Watukodok. Dia berharap adanya bantuan pemerintah untuk perbaikan jalan sehingga akses pengunjung bisa lebih lancar. “Perbaikan mandiri belum menyeluruh ke semua titik sehingga pengunjung saat melintas harus berhati-hati,” kata Sumarno.
Tingkat kunjungan di Pantai Watukodok sudah berkembang pesat karena saat libur maupun akhir pekan ramai dikunjungi wisatawan. Guna memberikan rasa nyaman kepada pengunjung, para pedagang sepakat untuk tidak mendirikan bangunan di dekat pantai. “Kami bersyukur pedagang menaati aturan sehingga pengunjung bisa melihat keindahan alam tanpa terhalang adanya bangunan di dekat pantai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.