Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Seorang pengendara motor sedang melewati timbunan sampah liar Selokan Mataram, Jumat (08/03/2019). /Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, SLEMAN-- Di beberapa titik Selokan Mataram debit air menyusut, bahkan kering. Penyusutan air itu bagian dari upaya rehabilitasi Selokan Mataram oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSO) selama empat bulan dari September sampai Desember.
Kepala Bidang OP BBWSO, Sahril mengatakan proses penyusutan air terjadi karena Selokan Mataram tengah direhabilitasi. "Empat bulan kami lakukan rehabilitasi di beberapa titik. Selain itu, penyusutan itu memang sudah periodenya. Kita sebelumnya juga sudah buka air di hulu, debit air terbatas, sehingga air belum sampai ke Timur," ujarnya pada Selasa (8/10/2019).
Bahkan, di beberapa titik seperti Kecamatan Depok dan Kalasan selokan sampai mengering dan tidak ada air sama sekali. Mengeringnya air itu pun bahkan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membersihkan sampah yang ada di Selokan Mataram.
Terkait sampah, Sahril mengaku, hal itu bukan bagian dari rencana rehabilitasi. Pihaknya hanya menyasar pada rehabilitasi fisik di Selokan Mataram. Meski demikian, untuk masalah sampah, ia berharap ada kesadaran dari masyarakat agar ikut membantu kelancaran aliran air di Selokan Mataram.
Periode rehabilitasi direncanakan selesai sampai Desember tahun ini. Sasaran rehabilitasi yaitu pada lantai selokan dan dinding selokan yang sudah rusak. Terkait mengeringnya air dan kegiatan rehabilitasi, BBWSO sudah lakukan koordinasi dengan masyarakat, terutama masyarakat yang memanfaatkan Selokan Mataram untuk beragam keperluan seperti pertanian dan perikanan.
"Kamilakukan koordinasi dengan masyarakat karena debitnya kecil. Sebagian masyarakat tidak bisa memanfaatkan lagi air dari Selokan Mataram, dan harapannya bisa mendapat stok dari sumber air lainnya," ujar Sahril.
Petani di Dusun Madurejo, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan, Sumaryadi mengatakan pihaknya sangat mengandalkan sekali aliran air dari Selokan Mataram. Irigasi yang menuju lahan pertaniannya berasal dari Selokan Mataram.
"Jadi kalau Selokan Mataram sudah kering, terpaksa kami mengandalkan sumber air lain, seperti dari sumur bor milik warga lain," kata Sumaryadi. Meski demikian, saat masih musim kemarau, lahan sebagian besar masih dipakai untuk tanaman palawija yang tidak banyak menggunakan air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Kanker Paru Sedunia, AstraZeneca mendorong penguatan navigasi pasien untuk mempercepat diagnosis, rujukan, dan pengobatan kanker paru.
Pieter Huistra menyebut progres PSS Sleman mencapai 70-75%. Fisik pemain 80%, sedangkan taktik 70-75% jelang Super League.
Vin Diesel mengungkap Fast Forever mulai syuting Desember 2026. Film utama ke-11 Fast & Furious ini dijadwalkan tayang Maret 2028.
Inklusi keuangan DIY mencapai 98,74 persen, peringkat kedua nasional. OJK masih fokus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Kemenkes membangun rumah sakit lapangan di Ruteng untuk korban gempa. Fasilitas dilengkapi ruang operasi dan ditargetkan 100 tempat tidur.