Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja, Yunianto Dwisutono memberi alat kebersihan kepada paguyuban Pasar Lempuyangan, Jumat (4/10/2019). /Ist-Dok
Harianjogja.com, JOGJA- Hari ulang tahun (HUT) ke-263 Kota Jogja dirayakan oleh berbagai kalangan, tak terkecuali pedagang pasar. Mereka menggelar reresik pasar di Pasar Lempuyangan, pada Jumat (4/10/2019).
Reresik pasar sudah menjadi kegiatan rutin paguyupan pedagang pasar di Kota Jogja. Biasanya digelar setiap Kamis Pon, tapi khusus dalam rangka HUT Jogja, reresik pasar dimajukan.
Reresik pasar secara serentak dilakukan di semua pasar, namun secara seremonial, pelaksanaannya digilir setiap bulan. Pasar Lempuyangan menjadi tuan rumah reresik pasar tradisional bulan ini. Semua perwakilan dari masing-masing paguyupan pasar pun gotong-royong membersihkan Pasar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja, Yunianto Dwisutono, menuturkan kegiatan reresik pasar sengaja dimajukan sekaligus dibarengkan dengan kegiatan kerja bakti yang dilakukan seluruh organisasi perangkat deerah.
“Semua OPD, termasuk kelurahan dan kecamatan hari ini melakukan kerja gotong-royong membersihkan lingkungan kerja masing-masing untuk menyambut HUT Kota Jogja,” ucapnya.
Dikatakan, kegiatan reresik pasar yang dimulai sejak 2018 itu akan memberikan manfaat bagi pedagang sendiri. Selain lingkungan yang bersih, diharapkan membuat pembeli merasa nyaman berbelanja di pasar seperti slogan pasare resik, atine becik, rejekine apik sik tuku ra kecelik.
Seperti telah diketahui agenda reresik pasar atau bersih-bersih pasar sempat vakum, dan kini mulai digencarkan kembali. Hal tersebut dilakukan untuk kali pertama di tahun 2019 dengan tempat Pasar Pakuncen atau Klithikan beberapa bulan sebelumnya.
Ia berharap, reresik pasar bisa digiatkan sesuai jadwal dan bisa menguatkan silaturahmi antar paguyuban pedagang pasar tradisional dan juga mampu menampilkan wajah pasar tradisional di Kota Jogja yang bersih dan nyaman.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Lempuyangan, Kabul Priyana, menjelaskan Paguyupan pedagang pasar telah sepakat untuk memajukan jadwal reresik bulan ini untuk memperingati hari jadi Kota Jogja.
“Seharusnya Kamis Pon tapi dimajukan Jumat [4/10/2019] karena dalam rangka HUT Kota Jogja. Kami bersama perwakilan seluruh paguyuban pedagang pasar bersih-bersih mangayubagya HUT Kota Jogja,” kata Kabul.
Kabul memastikan pedagang di Pasar Lempuyangan sudah memiliki kepedulian yang tinggi untuk menjaga kebersihan pasar agar tetap bersih dan nyaman. Setiap pedagang sudah menyedikan tempat sampah dari kantong plastik hitam.
“Kami akan mengadakan program simulasi kebakaran di sejumlah pasar. Hal ini dilakukan karena telah terjadinya musibah kebakaran di tiga titik di Kota Jogja dalam kurun waktu satu bulan terakhir yang diakibatkan oleh musim kemarau yang panjang,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.