Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Warga berekspresi dan berfoto saat Uji Coba Semi Pedestrian Jalan Malioboro di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (18/6). /Harian Jogja- Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai komitmen bersama dan mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan kawasan Malioboro, Paguyuban Lintas Komunitas Malioboro meluncurkan maskot budaya bersih Jaka dan Lisa di depan Kantor DPRD DIY, Minggu (13/10/2019).
Koordinator acara, Sujarwo Putra, menjelaskan Jaka dan Lisa merupakan singkatan dari Jaga Kebersihan dan Lihat Sampah Ambil. Maskot Jaka dan Lisa digambarkan dengan wayang berbentuk anak perempuan berbaju merah membawa serok dan anak laki-laki berbaju biru membawa sapu. Peluncuran Jaka dan Lisa ini sekaligus sebagai kado HUT ke-263 Kota Jogja. “Sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Kota Jogja yang telah memberi kami hidup, sekaligus supaya Malioboro dan Kota Jogja semakin istimewa dengan lebih bersih dan indah,” ujarnya.
Maskot Jaka dan Lisa, kata dia, merupakan puncak tahap pertama dari beragam upaya yang telah dilakukan selama setahun, khususnya untuk meletakkan landasan awal bagi wajah baru Malioboro. Maskot ini menjadi upaya membangun budaya bersih, juga melengkapi upaya sebelumnya yang lebih fokus pada aspek strategis, taktis dan teknis menciptakan kebersihan.
“Kami telah meluncurkan uji coba desain lesehan yang menarik, indah dan ramah lingkungan. Kami juga menyusun konsep total care kebersihan Malioboro. Konsep itu didasari pada survei dan telah diujicobakan beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Ia melihat dalam menciptakan perubahan, tidak bisa dilakukan dengan upaya instan. Untuk itu paguyuban mengajak Pemkot Jogja dan Pemda DIY sebagai pemegang kebijakan untuk terlibat dalam upaya ini.
Paguyuban Lintas Komunitas Malioboro juga mengajak beberapa stakeholder di Malioboro seperti pengelola mal, hotel, pemandu wisata dan lainnya untuk mempromosikan Jaka dan Lisa. Sejumlah mahasiswa juga dirangkul untuk menjadi sukarelawan dalam upaya mewujudkan Malioboro bersih.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, mengatakan di Malioboro setiap hari terdapat lebih dari 600.000 orang yang beraktivitas. Untuk menjaga kebersihan kawasan dengan tingkat kepadatan seperti ini dibutuhkan komitmen bersama. “Kami berterima kasih diberi kado Jaka dan Lisa, semoga bisa menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan Malioboro yang lebih nyaman,” ujarnya.
Menurutnya, parameter kebersihan tidak diukur dari seberapa banyak tempat sampah. Berdasarkan pengalaman, di Singapura tempat sampah lebih sedikit dibanding Malioboro, tetapi kawasannya bisa lebih bersih.
“Tempat sampah yang banyak itu tidak identik dengan kebersihan. Perlu ada tindakan nyata, contohnya saat melihat sampah, segera ambil. Kami mengajak siapapun, dari mana pun yang datang ke Jogja khususnya Malioboro ikut Jaga dan Lisa, jaga kebersihan, lihat sampah ambil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Renovasi Mandala Krida dikaji UGM selama 5 bulan. Tribun timur yang bergoyang jadi sorotan, Pemda DIY diminta hati-hati.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Persebaya pesta gol 7-0 atas Semen Padang. Simak jalannya pertandingan, daftar pencetak gol, dan susunan pemain lengkap.
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.