New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Koordinator Kelompok Kesenian Tegalrejo, Sunaryo, berbicara di panggung Gelar Seni dan Budaya Tegalrejo 2019 yang digelar di di Lapangan Bener, Kecamatan Tegalrejo, Jogja Sabtu (12/10/2019)./Dyah Febriyani
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 50 kelompok seni yang ada di Kecamatan Tegalrejo unjuk kebolehan dalam Gelar Seni dan Budaya Tegalrejo 2019 digelar di Lapangan Bener, Kecamatan Tegalrejo, Kota Jogja, Minggu (13/10/2019). Kegiatan yang diinisiasi oleh Kecamatan Tegalrejo itu digelar dalam rangka turut memeriahkan HUT ke-263 Kota Jogja.
Sekretaris Camat Tegalrejo Erna Nur Setyaningsih mengatakan Gelar Seni dan Budaya Tegalrejo 2019 digelar selama dua hari, mulai Sabtu (12/10/2019) hingga Minggu. Beberapa kesenian tari ditampilkan dalam acara itu, seperti tari koloseba, tari sinten, tari gambang suling, tari cindai, tari cantik, tari suwe ora jamu, dan tari flamboyan. Selain itu, berbagai pergelaran seni kreativitas masyarakat juga ditampilkan seperti hadrah, band akustik, angklung, serta dolanan anak.
Menurut dia setiap kelurahan di Tegalrejo memiliki ciri kesenian masing-masing, seperti di Kelurahan Bener memiliki Gedruk Ramayana, di Kelurahan Karangwaru memiliki kesenian drama sebagai ciri khas. “Di sini ada sanggar kesenian dari klasik hingga modern,” ujar dia.
Selain kesenian yang berkembang, potensi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga telah berkembang pesat. "Ada sekitar 70 UMKM dari Pasar Payung yang hadir dalam acara itu Gelar Seni dan Budaya Tegalrejo 2019," kata dia saat ditemui, Sabtu malam.
Koordinator Kelompok Kesenian Tegalrejo, Sunaryo, mengatakan dalam gelaran ini sebanyak 50 kelompok seni di Kecamatan Tegalrejo menampilkan kesenian dari kelurahan masing masing, "Masing-masing kelurahan diberi kesempatan tampil dua kali," ujar dia.
Kesenian tersebut, imbuh dia, terdiri dari kesenian tari, seni teater, seni religius, bahkan kesenian anak. Antusias masyarakat pun dari tahun ke tahun kian meningkat yang terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang.
Melalui Gelar Seni dan Budaya Tegalrejo 2019 dia berharap mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi masyarakat Tegalrejo, serta memberikan hiburan kepada masyarakat, "Semakin malam, semakin banyak pengunjung," kata dia.
Pengelola Pasar Payung Tegalrejo, Natalita Indriyati, mengaku Gelar Seni dan Budaya Tegalrejo 2019 turut mendongkrak pendapatan para pedagang di Pasar Payung. Selain itu, melalui gelaran tersebut, Pasar Payung pun bisa lebih dikenal oleh warga dari daerah lain.
Dia menjelaskan sejumlah 140 pelapak tergabung dalam Paguyuban Pasar Payung. Seluruh pedagang itu merupakan warga dari kecamatan Tegalrejo.
Pasar Payung menjadi wadah menyalurkan potensi masyarakat. “Pasar payung buka setiap Minggu di Jalan Bener, Kecamatan Tegalrejo mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB pagi,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Lima kalurahan di Sleman memilih mekanisme voting untuk Pilur PAW. Sebanyak 15 calon mengikuti pemilihan di lima kalurahan.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Industri pelumas mengubah strategi menghadapi pertumbuhan EV dengan memperkuat pasar industri dan mengembangkan produk bernilai tambah.
Aliran PDAM di Padukuhan Padem, Panggang, Gunungkidul macet lebih dari lima tahun. Warga terpaksa membeli air saat musim kemarau.
Alwi Farhan mengalahkan Chou Tien-Chen di perempat final Asian Games 2026 dan menyebut kontrol emosi sebagai kunci kemenangan.