Mobil Politikus Golkar Bantul Dirusak Orang Tak Dikenal

Lubang menganga di kaca mobil milik anggota DPRD Bantul, Arni Tyas Palupi akibat dilempar batu oleh orang tak dikenal, Minggu (13/10/2019) dini hari. - Istimewa
14 Oktober 2019 15:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Mobil milik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Arni Tyas Palupi, dilempar batu oleh orang tidak dikenal saat diparkir di depan Kafe Keong, Jalan Manding-Imogiri, Dusun Keongan, Desa Sabdodadi, Kecamatan Bantul, Minggu (13/10/2019) dini hari. Hingga kini polisi masih menyelidiki insiden tersebut.

Heri Susanto, suami dari Arni Tyas Palupi mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu dia bersama istri dan anaknya sedang berkumpul bersama sejumlah petinggi ormas di Bantul. Dia dan Arni mengaku terbiasa mengadakan rapat atau pertemuan dengan berbagai pihak maupun masyarakat di kafe tersebut.

Saat kejadian, kata dia, ada orang yang mengendarai sepeda motor dari arah Imogiri ke Manding sambil menggeber gas. Terkejut, dia dan beberapa orang yang ada di kafe sempat keluar setelah mendengar suara motor seperti menabrak sesuatu. "Namun kami semua tidak menemukan apapun," ujar dia kepada wartawan, Senin (14/10/2019).

Setelah itu, dia kembali masuk kafe dan melanjutkan rapat yang sempat tertunda. Dia baru mengetahui mobil Honda Jazz warna kuning bernomor polisi AB 1681 XY miliknya mengalami pecah kaca di bagian jendela kiri belakang. "Batunya juga masih ada di dalam mobil di atas jok," kata Heri.

Setelah itu dia pun segera melapor polisi. Heri yang juga merupakan ketua Laskar Perkasa atau organisasi sayap partai Golkar tersebut mengaku tidak ingin menduga-duga modus pelaku perusakan tersebut. "Kami sekeluarga menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada polisi. Kami berharap segera diusut tuntas," ucap dia.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Bantul, Paidi berharap polisi mengusut tuntas karena kejadian itu dikhawatirkan bikin masyarakat takut keluar rumah, terutama saat malam hari. Dia juga menduga kasus tersebut merupakan kriminal murni yang tidak terkait dengan partai politik maupun jabatan Arni sebagai anggota Dewan. "Ya harapannya diusut karena kejadian itu bisa menjadi masyarakat takut keluar malam," ujar Paidi.

Sekadar diketahui, Arni merupakan politikus Golkar yang sudah tiga periode menjadi anggota DPRD. Bahkan di periode lalu, dia sempat menjabat sebagai wakil ketua DPRD Bantul.

Kapolsek Bantul, Komisaris Polisi Munawwar Syam, saat dimintai konfirmasi menyatakan masih menelidiki kasus tersebut. Itulah sebabnya dia juga belum bisa menyampaikan banyak keterangan dalam kasus itu. "Masih dilidik," kata Munawwar.