Wisata Telaga Nangsri Dikenalkan ke Publik

Gelaran Ketoprak Cepet 'Jaka Bodo Rabi' di kawasan telaga yang berlokasi di Dusun Nangsri Lor, Desa Candirejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, pada Sabtu (12/10/2019) malam. - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
14 Oktober 2019 04:37 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Guna mempromosikan Telaga Nangsri, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) didukung dengan Dinas Pariwisata (DIY) menggelar Edukasi Wisata di kawasan telaga yang berlokasi di Dusun Nangsri Lor, Desa Candirejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, pada Sabtu (12/10/2019) malam.

Event Edukasi Wisata di Telaga Nangsri tersebut bekerja sama dengan Sanggar Seni Gita Gilang dengan menampilkan Ketoprak Cepet 'Jaka Bodo Rabi'. Kegiatan yang merupakan kali ketiga digelar itu, menjadi tontonan menarik dan menjadi hiburan warga sekitar.

Ketoprak yang dibawakan oleh sanggar seni tersebut membawa pesan-pesan moral penting yang perlu diingat oleh masyarakat yakni jangan pernah menyia-nyiakan ataupun memandang remeh orang yang tidak memiliki kekuatan, karena bisa saja orang yang diremehkan itu memiliki kemampuan dan kecerdasan yang luar biasa.

"Kami ingin memberikan pendidikan seni dan wisata. Utamanya kami ingin ikut mengembangkan pariwisata di DIY dan juga memberikan hiburan kepada masyarakat," kata Ketua Sanggar Gita Gilang, Gita Gilang kepada Harianjogja.com, Sabtu malam.

Ketua Pokdarwis Nangsri Lor, Ruswanto, mengungkapkan gelaran event tersebut sebagai bukti ia bersama anggotanya memiliki niat yang kuat untuk mengembangkan potensi pariwisata yang ada di desa tersebut. Sehingga ke depannya Nangsri Lor bisa turut andil dalam perkembangan pariwisata di Gunungkidul.

"Hadirnya kegiatan seperti ini sebagai ajang promosi pariwisata di Gunungkidul," kata dia.

Ia menuturkan Telaga Nangsri memiliki sejumlah potensi wisata, selain bisa bermain air di telaga tersebut saat musim hujan, potensi lainnya juga bisa dimanfaatkan untuk mengisi waktu pagi atau sore dengan joging dan senam bersama. Selain itu lanjut dia, bisa dengan edukasi wisata kepada siswa-siswi hingga wisatawan.

"Di sini banyak pohon-pohon rindang yang sudah memiliki umur yang sangat tua. Sehingga sangat bagus dan cocok untuk bersantai," ujarnya.

Sebagai wisata rintisan baru, kata dia, Pokdarwis Nangsri Lor terus belajar dan menggali ilmu kepariwisataan kepada pokdarwis-pokdarwis di Gunungkidul yang telah berhasil mengembangkan dan memanfaatkan desa mereka untuk kepariwisataan.

Ruswanto menambahkan pembenahan merupakan prioritas utama Pokdarwis guna menghadirkan dan menggali daya tarik dan keunikan yang ada di wilayah tersebut. Ia berharap ke depan agar pemerintah terus bersinergi dengan para pelaku wisata di Nangsri Lor untuk mewujudkan cita-cita bersama.

Kepala Desa Candirejo, Renik David Warisman mengapresiasi langkah Dispar DIY menggandeng Pokdarwis Nangsri Lor dalam mengembangkan wisata di tempat tersebut. Ia menuturkan kegiatan diselenggarakan sebagai ajang untuk menyebarluaskan destinasi-destinasi pariwisata di Gunungkidul, salah satunya di Nangsri Lor, Candirejo.

"Kegiatan ini sebagai bentuk dan tindakan kami untuk menyebarluaskan kepariwisataan di Candirejo bersama Dinas Pariwisata DIY, dengan harapan rintisan desa wisata ini bisa dikenal masyarakat luas," ujarnya.

Ia menambahkan sebagai pemerintah desa, ia mendukung dan mendorong Pokdarwis Nangsri Lor untuk terus mengembangkan potensi-potensi wisata yang ada di wilayah mereka, sehingga nantinya bisa bermanfaat oleh masyarakat luas. Potensi wisata Nangsri Lor sendiri sangat beragam, mulai dari menikmati suasana telaga yang asri dan nyaman, hingga bisa menjadikan Telaga Nangsri sebagai pilihan utama untuk menggelar event bumi perkemahan.

"Intinya kami memiliki visi dan misi yang sejalan dengan pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk meningkatkan dunia pariwisata. Dan di Nangsri Lor ini kami bisa," kata dia.