Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Ilustrasi. /Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY kembali meraih penghargaan sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) tertinggi se-Indonesia. DIY meraih IPK sebesar 70.79, dan menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang meraih IPK diatas angka 70.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menaker RI, Muhammad Hanif Dhakiri kepada Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, pada acara Penghargaan Indeks Ketenagakerjaan 2019, Senin (14/10/2019) di Hotel Bidakara, Jakarta.
Dijelaskan Hanif, IPK merupakan nilai yang menggambarkan kondisi keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan secara komposit. Hal itu mencakup sembilan indikator utama pembangunan ketenagakerjaan mendasar. Meliputi, aspek perencanaan tenaga kerja, penduduk dan tenaga kerja, kesempatan kerja, pelatihan kerja dan kompetensi kerja.
Selain itu, aspek produktivitas tenaga kerja, hubungan industrial, kondisi lingkungan kerja, pengupahan dan kesejahteraan pekerja, dan jaminan sosial tenaga kerja. "Kemenaker menggunakan IPK untuk mengukur keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan nasional di setiap provinsi di Indonesia," katanya.
Menurut Hanif, kegiatan tersebut dilakukan sejak 2011 lalu. Setiap tahun, Kemenaker memberikan penghargaan kepada provinsi yang memiliki nilai indeks terbaik. Hal ini untuk memotivasi pemerintah daerah agar menyelenggarakan pengelolaan ketenagakerjaan dengan lebih baik.
"Kesuksesan seorang pemimpin daerah bisa dilihat dari kualitas ketenagakerjaan yang dimiliki daerah tersebut. Saat ini ketenagakerjaan bukan lagi isu pinggiran tapi sudah menjadi isu sentral," kata Hanif.
Sementara itu, Wagub DIY menyambut baik penghargaan tersebut. Penghargaan yang diterima oleh Pemda DIY dapat dijadikan cambuk untuk terus meningkatkan dan mempertahankan prestasi. Capaian tersebut bukan hanya ajang untuk pamer dan berpuas diri.
"Semoga tahun depan (DIY) dapat (penghargaan) lagi. Bukan untuk ajang pamer, karena toh kita masih punya kekurangan, tapi lebih untuk menjadikan masyarakat DIY yang sejahtera dan terampil," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Revaldo kembali ditangkap polisi terkait dugaan penyalahgunaan sabu. Polisi menemukan tiga plastik klip bekas sabu dan masih mendalami kasus.
Valentino Rossi mendapat pujian dari manajer Öhlins karena kemampuannya membaca karakter motor dan memberi masukan teknis kepada insinyur.
Ramon Tanque tak masuk skuad Persib 2026-2027. Manajemen menyebut penyerang Brasil itu sedang dalam proses peminjaman.
Cek desil beasiswa 2026 untuk PIP, KIP Kuliah, LPDP Prasejahtera, dan KJMU serta ketahui jalur alternatif KIP Kuliah.
Kemarau panjang membuat sejumlah titik Kali Oya di Semin Gunungkidul mengering. Debit air menyusut drastis hingga hanya menyisakan pasir dan batuan.