Kemarau Datang, Petani Dlingo Kembali Dikepung Monyet Ekor Panjang
Serangan monyet ekor panjang kembali mengganggu lahan pertanian di Dlingo, Bantul saat kemarau. Petani memasang jaring untuk melindungi tanaman.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, BANTUL – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/V/2025 tentang Larangan Diskriminasi dalam Proses Rekrutmen Tenaga Kerja.
Salah satu poin utama dalam SE ini adalah pelarangan syarat batas usia, kecuali untuk pekerjaan yang secara khusus memang memerlukan kualifikasi usia tertentu.
Dalam edaran tersebut dijelaskan, pembatasan usia hanya diperbolehkan jika menyangkut jenis pekerjaan yang karakteristiknya secara nyata memengaruhi kemampuan pelamar, dan pembatasan itu tidak boleh mengurangi kesempatan seseorang dalam memperoleh pekerjaan. Ketentuan ini berlaku juga untuk penyandang disabilitas.
Pengantar Kerja Ahli Pertama Disnakertrans Bantul, Rahardian Aditya Maulana mengatakan pihaknya mulai menyosialisasikan aturan baru tersebut kepada perusahaan-perusahaan di wilayahnya.
“Kami akan segera publikasi ke perusahaan. Diharapkan praktik-praktik seperti batas usia dan syarat penampilan tidak lagi diberlakukan,” ujarnya, Senin (2/6/2025).
Namun, Rahardian menyebut bahwa meski ada pelarangan umum, tetap ada pengecualian untuk posisi atau bidang tertentu yang secara objektif membutuhkan klasifikasi usia khusus. “Namun perusahaan tidak boleh mencantumkan batasan usia itu secara terbuka dalam pengumuman rekrutmen,” katanya.
Jika ke depan ditemukan pelanggaran, kata Rahardian, proses pengawasan dan penindakan akan menjadi kewenangan Pengawas Ketenagakerjaan dari Pemerintah Provinsi DIY.
Ketua DPC K-SBSI Kabupaten Bantul, Eko Bagus Prayogi menyambut baik terbitnya SE Menaker tersebut. Ia menilai langkah itu sejalan dengan perjuangan serikat dalam mendorong kesetaraan hak bagi semua pencari kerja.
“Kami sepakat dan dukung upaya pemerintah untuk mengatasi praktik diskriminatif di dunia kerja, seperti syarat batas usia yang sering menjadi masalah,” katanya.
Namun dia mengingatkan SE itu hanya bersifat imbauan dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat. “Kami berharap larangan diskriminasi ini bisa dituangkan dalam regulasi yang lebih kuat, seperti undang-undang, agar ada sanksi jelas bagi pelanggarnya,” kata dia.
Ia menambahkan bahwa tanpa dasar hukum yang kuat, perusahaan bisa saja mengabaikan SE tersebut. "Maka dari itu SE Menaker ini hendaknya diikuti dengan tegas sampai ke kabupaten/kota," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Serangan monyet ekor panjang kembali mengganggu lahan pertanian di Dlingo, Bantul saat kemarau. Petani memasang jaring untuk melindungi tanaman.
Messi mencetak gol tendangan bebas ke-76 saat Inter Miami kalah 1-2 dari Columbus Crew. Ia kini tinggal dua gol dari rekor Marcelinho.
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju ke final ganda campuran Asian Games 2026 usai mengalahkan Feng Yanzhe/Huang Dongping 21-12, 21-14.
Jadwal UEFA Nations League 2026/27 Matchday 2 pada 28-29 September 2026. Belgia vs Prancis hingga Spanyol vs Kroasia tayang dini hari WIB.
Tren baju murah untuk foto liburan merebak di kalangan turis China. Pakaian lalu dibuang atau dijual kembali dan memicu isu limbah tekstil.
Power window mobil seret bisa disebabkan debu hingga karet aus. Kenali penyebab dan cara mengatasinya dengan silicone spray.