Sendangadi Jadi Desa Sadar Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Kepala BPJS Tk Cabang Jogja Ainul Kholid berbicara di sela-sela kegiatan donor darah yang digelar BPJS Tk Cabang Jogja, Jumat (7/12/2018). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
18 Agustus 2019 23:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati dikukuhkan sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Minggu (18/8/2019). Warga desa setempat diharapkan bisa memahami pentingnya perlindungan ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jogja, Ainul Kholid menjelaskan pengukuhan tersebut sebagai tindak lanjut dari penandatanganan kesepakatan soal Pembentukan Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan antara Pemdes Sendangadi dan BPJS Ketenagakerjaan Jogja. "Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan seluruh perangkat dalam program jaminan perlindungan ketenagakerjaan ini," kata Ainul di sela-sela Jalan Sehat Sadar BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Seni dan Budaya Dusun Jaten, Sendangadi, Mlati, Minggu (18/8).

Penetapan Sendangadi sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, kata Ainul, merupakan salah satu upaya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Diharapkan pengukuhan tersebut bisa menumbukan kesadaran untuk berpartisipasi ke dalam program ini. "Sasaran kami tidak hanya para perangkat desa, tetapi seluruh pekerja. Sebab kepesertaan bersifat umum dan siapa saja bisa ikut bergabung," kata dia.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sleman, Taufiq Nurrahman aksi jalan sehat tersebut diikuti sekitar 1.500 warga. Selain jalan sehat, lembaganya juga menggelar sosialisasi kepada perangkat RT/RW, memberikan bantuan renovasi ruang ganti pemain, dan bantuan dua buah bench pemain di lapangan Sendangadi. "Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan di Sleman ada empat desa. Sendangadi yang kelima, tetapi yang pertama pada tahun ini," katanya.

Seluruh perangkat Desa Sendangadi, kata dia, saat ini mencapai 30 orang yang terdiri dari Kepala Desa, perangkat desa, staf dan dukuh beserta Satlinmas sejumlah 92 orang sudah terdaftar dalam program ini. "Program ini sebagai salah satu Jaring Pengaman Sosial, diharapkan pelaku usaha di Desa Sendangadi dapat mendaftarkan diri di BPJS Ketenagakerjaan," kata Taufiq.

Kades Sendangadi Damanhuri mengimbau agar pekerja yang belum menjadi peserta untuk ikut program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Dia mendukung program tersebut sepenuhnya untuk melindungi kepentingan pekerja jika terjadi risiko sosial.

"Semua harus sadar karena setiap saat risiko kecelakaan maupun kematian akan selalu membayangi semuanya," katanya.