RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Salah satu pertunjukan yang ditampilkan dalam Lolafest di kawasan wisata Hutan Pinus Mangunan, Dlingo, Bantul, Sabtu (12/10/2019)./Istimewa-Dispar DIY
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mangunan menggelar pertunjukan musik dan komedi bertajuk Love & Laugh TogetGERR FORester atau Lolafest di kawasan wisata Hutan Pinus Mangunan, Kecamatan Dlingo, Sabtu (12/10/2019). Acara tersebut dinilai sukses menghadirkan ratusan wisatawan.
“Ada lebih dari 200 pengunjung yang datang, bahkan semakin malam penonton semakin banyak,” kata Pegiat Wisata Mangunan, Purwo Harsono.
Acara tersebut terbagi dalam dua sesi, yakni pukul 14.00 WIB sampai 17.20 WIB dan pukul 19.00 WIB sampai 24.00 WIB. Acara tersebut menampilkan sejumlah komedian dan musisi lokal DIY. Sejak awal pertunjukan pengunjung diajak untuk tertawa dengan tingkah para komedian dan musisi, seperti pertunjukan band humor Sastromoeni yang membawakan lagu dengan lirik yang digabung antara satu lagu dan lagu lainnya.
Tidak heran jika yang ditampilkan grup musik humor didirikan pada 1987 mampu membuat penonton terhibur. Pertunjukan kedua dilanjutkan dengan band humor Suara Rotan.
Pertunjukan dilanjutkan oleh sejumlah komedian da musisi, di antaranya Marwoto Kewer, Novi Kaloer, Yu Beruk, Trinil, Hergi Sundari, Dibyo Primus, Joned, Sihono, TereShotil, Sri Rejeki, Produk Gagah.
Tidak hanya banyolan dan musik, namun penonton juga dibawa dalam suasana romantisme dengan pertunjukan bintang tamu Cakra Khan dan Ade Govinda.
Kepala Bidang Pengembngan Destinasi Dispar DIY, Aria Nugrahadi mengatakan pertunjukan musik dan komedi bertajuk Love & Laugh TogetGERR FORester merupakan pertunjukan lanjutan dari sebelum-sebelumnya yang digelar di objek wisata alam sekitar Mangunan.
Pertunjukan itu merupakan bagian dari pengembangan destinasi wisata. Ia mengatakan pengembangan destinasi wisata tidak lepas dari atraksi kesenian dan budaya, dan berbagai pertunjukan yang unik untuk menggaet pengunjung.
Untuk menghadirkan pertunjukan juga tidak perlu harus jauh-jauh mengundang artis, namun memanfaatkan seniman, budayawan, dan komedian, dan musisi lokal DIY, “Jogja kan gudangnya musikus dan komedian serta dagelan mataram. Sambil menghidupkan kembali dagelan mataram sekaligus meramaikan destinasi wisata dapat kami konsep dalam Lolafest.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.
Platform Sapa UMKM jadi strategi pemerintah untuk pembinaan berbasis data dan membuka kemitraan UMKM dengan industri besar.
Kemendag dorong UMKM penuhi syarat ekspor global. Regulasi ketat jadi tantangan utama, termasuk standar kesehatan dan lingkungan.