Jadwal Sekaten Solo 2026, Ini Rangkaian Miyos Gangsa hingga Grebeg
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan lava pijar pada Senin (18/2/2019) pagi. Kondisi tersebut terpantau dari daerah Bimomartani, Ngemplak, Sleman./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, SLEMAN-- Gunung Merapi belakangan kembali aktif dan meluncurkan awan panas.
Masyarakat lereng Gunung Merapi di Dusun Tunggularum, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serangkaian upacara adat dan seni budaya yang dikemas dalam Merti Bumi Tunggularum, guna memohon perlindungan agar terhindar dari bencana Gunung Merapi.
"Rangkaian upacara adat ini puncaknya akan dilaksanakan Minggu (20/10/2019) pukul 09.30 WIB di Balai Dusun Tunggularum, Wonokerto," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Aji Wulantara di Sleman, Jumat (18/10/2019).
Menurut dia, acara ini diawali dengan tarian kolosal dianjutkan dengan kirab budaya dari berbagai bregada dan warga masyarakat setempat.
Dilanjutkan dengan pentas seni jatilan Wahyu Turonggo Santoso dari Kaliangkrik Magelang.
"Upacara adat ini dilaksanakan setiap tanggal 21 bulan Sapar Kalender Jawa sebagai bentuk permohonan keselamatan dan perlindungan dari Tuhan YME kepada masyarakat Tunggularum dan sekitarnya agar terhindar dari bahaya dan bencana alam Gunung Merapi," katanya.
Ia mengatakan, nilai luhur yang terkandung dalam upacara adat ini meliputi kebersamaan, kegotongroyongan dan rasa syukur.
"Rangkaian kegiatan Upacara Adat Merti Bumi Tunggularum diawali pada Kamis 17 Oktober 2019 berupa bersih dusun dan mujahadah," katanya.
Kemudian pada Jumat 18 Oktober 2019 pukul 12.30 WIB di Balai Desa Tunggularum dengan pentas kesenian hadroh dari Pondok Pesantren Pandanaran dilanjutkan pengajian akbar oleh KH Anam Murfi Hasnafi dari Tegalrejo Magelang, dan pada malam harinya di Balai Dusun Tunggularum dipentaskan kethoprak Ngesti Budoyo dari Gondoarum dengan lakon Werdining Tresno.
Selanjutnya Sabtu 19 Oktober 2019 pukul 11.00 WIB di lapangan desa wisata Tunggularum dipentaskan kesenian jathilan Turonggo Dinowo Manunggal dilanjutkan pentas Kreasi Putri dan Panji, dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB dengan pentas wayang kulit oleh dalang Ki Kismanto, dan pada malam harinya mulai pukul 20.00 WIB dipentaskan wayang kulit oleh dalang Ki Wisnu.
Puncak acara Upacara Adat Merti Bumi Tunggularum ini berupa kirab budaya yang dilaksanakan pada Minggu 20 Oktober 2019 mulai jam 09.30 WIB dengan start dari Balai Dusun Tunggularum menuju Lapangan Merti Bumi.
Dilanjutkan dengan pentas seni jathilan “Wahyu Turonggo Santoso” dari Kaliangkrik Magelang mulai jam 11.00 WIB – selesai.
Aji Wulantara memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Kabupaten Sleman yang telah melestarikan potensi budaya yang adiluhung.
"Semua ini tentu akan menjadi semangat untuk membangun dan menjaga keistimewaan DIY. Sebagai bahasa universal nilai-nilai kebudayaan mampu menjadi pemersatu dan perekat masyarakat serta menjadikan stimulator untuk membangun daerah dan bangsa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.