Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Para wiyaga tampil mengiringi pentas wayang kulit di Kampung Karangwaru Lor, tepatnya di Lapangan SMA Negeri 4 Jogja, Sabtu (26/10/2019)./Rofik Syarif G.P
Harianjogja.com, JOGJA—Dalang cilik bernama Pangah Nawa Wibat buka pentas wayang kulit di lapangan SMAN 4 Jogja, di Kampung Karangwaru Lor, Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo, Jogja, Sabtu (26/10/2019) malam. Dalang cilik yang membawakan lakon bertajuk Laire Gatotkaca tersebut tampil sebelum dalang utama, yakni Ki Surono.
Ketua Umum Acara Pagelaran Wayang Kulit Kampung Karangwaru Lor, Hanafi Agus Wibowo mengatakan pergelaran wayang kulit ini merupakan yang kali pertama setelah Kampung Karangwaru Lor lama tidak menggelar sebuah pagelaran wayang kulit. “Dengan digelarnya kembali pergelaran wayang kulit ini, kami berharap bisa mengingatkan kembali tentang pentingnya nguri-uri budaya Jawa,” ucap dia saat ditemui di sela-sela acara.
Selain itu, melalui pergelaran tersebut, diharapkan pula terciptanya ruang seni dan kebudayaan bagi masyarakat. Dengan begitu, hubungan antara masyarakat dan budaya tidak lagi terputus.
Kepala Seksi Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja, Tri Sutya Atmi mengatakan pergelaran wayang kulit di Karangwaru Lor merupakan program dari Disbud Kota Jogja untuk memberikan informasi terutama kepada generasi muda untuk mencintai budaya lokal.
Pergelaran ini, kata dia, didukung penuh oleh Dana Keistimewaan. Sebelum penampilan dalang utama, Disbud Kota Jogja mempunyai tradisi untuk menampilkan Dalang Cilik sebagai pembuka. “Penampilan dalang cilik sebagai wujud dari pembinaan kami, untuk lebih mengenalkan kepada budaya lokal kepada generasi muda agar lebih mencintai wayang,” ujar dia.
Camat Tegalrejo, Aryanto mengatakan agar masyarakat dengan adanya pagelaran ini dapat mengambil pelajaran dari cerita-cerita wayang yang disajikan. Diharapkan dengan adanya pergelaran ini dapat membangkitkan kembali jati diri masyarakat untuk memberikan pelajaran bagi generasi muda tentang betapa pentingnya kebudayaan dan pelajaran yang dapat diambil dari kebudayaan itu sendiri.
Selain dalang cilik yang tampil sebagai pembuka, dalam pergelaran wayang kulit di Karangwaru Lor itu juga tampil dalang utama, yakni Ki Surono dengan lakon Wahyu Senopati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.