Industri Kulit DIY Bidik Peluang dari Tren Wisata Wellness
Wisata wellness dinilai membuka peluang baru bagi industri kulit DIY. Pelaku usaha didorong menjual pengalaman, bukan sekadar produk, untuk menarik wisatawan.
Abdul Halim Muslih/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL – Batalnya kebijakan pemangkasan dana keistimewaan (Danais) tahun 2026 disambut positif oleh Pemkab Bantul. Pemerintah pusat akhirnya mengesahkan alokasi anggaran tersebut tetap sebesar Rp1 triliun bagi Pemda DIY.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menilai keputusan tersebut membuka peluang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk merealisasikan program-program yang sudah direncanakan.
“Puji syukur, alhamdulillah akhirnya Danais tidak jadi dipangkas,” ujar Halim kepada wartawan Kamis (25/9/2025).
Menurut Halim, dengan tidak adanya pemangkasan, Pemda DIY maupun pemerintah kabupaten/kota dapat lebih maksimal menjalankan program keistimewaan. Rencana yang sempat terancam batal akibat kebijakan efisiensi, kini bisa kembali dilanjutkan.
“Jadi yang sudah direncanakan akhirnya bisa jalan. Karena kalau jadi dipangkas, yang direncanakan tidak jadi jalan dan kalaupun jalan hanya separuh,” katanya.
BACA JUGA: Orang Tua Tuntut Keterbukaan Program MBG di Bantul, Nggak Perlu Ditutupi
Halim menyebut Bantul menjadi salah satu daerah yang bakal terkena imbas langsung apabila pemangkasan Danais benar-benar diterapkan. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI, Prabowo Subianto yang memutuskan untuk tidak memangkas alokasi Danais.
“Karena Bantul juga kena imbasnya kalau itu dipangkas,” ucapnya.
Terkait prioritas penggunaan Danais tahun depan, Halim menyebut fokus utama tetap diarahkan pada sektor kebudayaan, di samping tata ruang, pertanahan, kelembagaan, dan reformasi birokrasi sesuai dengan aturan yang ada.
Sebelumnya, pada 2025 ini, Bantul mengalami pemangkasan Danais sebesar Rp5,3 miliar. Dari alokasi awal Rp37,1 miliar, turun menjadi sekitar Rp31,9 miliar. Program urusan kebudayaan menjadi yang paling terdampak, dengan efisiensi mencapai Rp3,8 miliar.
“Paling terdampak di program penyelenggaraan keistimewaan urusan kebudayaan,” kata Kepala Bidang Perbendaharaan BKAD Bantul, Ramiyana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wisata wellness dinilai membuka peluang baru bagi industri kulit DIY. Pelaku usaha didorong menjual pengalaman, bukan sekadar produk, untuk menarik wisatawan.
Dinkes Bantul menargetkan 460 ribu warga mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis 2026 melalui strategi jemput bola ke komunitas dan instansi.
Lionel Messi mencetak hattrick pertama di Piala Dunia saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 dan menyamai rekor 16 gol Miroslav Klose.
Pemkot Jogja menaikkan kuota afirmasi SPMB SMP 2026 menjadi 25 persen untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa KSJPS dan disabilitas.
Kegiatan ini meliputi Medical Check Up (MCU), dan donor darah bekerja sama dengan RSUD R.A.A Purworejo dan PMI Kulon Progo, serta seminar kesehatan bersama dr.
Baterai boros, HP lemot, hingga sering panas menjadi tanda smartphone sudah waktunya diganti demi keamanan dan produktivitas.