Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Anggota DPRD Bantul, Saryanto, dalam sebuah kegiatan./ Ist
Harianjogja.com, BANTUL-Dana keistimewaan (Danais) untuk DIY akhirnya tetap Rp1 triliun atau tidak dipangkas seperti rumor sebelumnya terkait penghematan anggaran. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul pun menyambut baik keputusan Pemerintah Pusat tersebut.
Anggota DPRD Bantul Saryanto mengatakan tidak adanya pemangkasan anggaran untuk danais tentu berkat pengawalan anggota DPR RI, khususnya DPR RI dari dapil DIY. Menurutnya tidak dipangkasnya danais juga bagian kepedulian Presiden Prabowo atas keistimewaan DIY.
Saat ini tinggal pengawasan proses pencairan danais Rp1 triliun. Selain pengawasan pencairan, pihaknya juga bakal mengawal pemanfaatannya yang dialokasikan ke sejumlah kegiatan di Bantul. “Setiap kabupaten dan kota di DIY dapat alokasi danais. Dengan tidak adanya pemangkasan danais maka semua program yang sudah dirancang harus berjalan,” kata Saryanto dalam keterangannya, Selasa (23/9/2025).
Sebelumnya Sejumlah OPD di Bantul sempat was-was terkait rumor adanya pemangkasan danais 50 persen yang dapat berpotensi menghambat kegiatan yang didanai danais seperti penguatan kebudayaan, tata ruang, reformasi birokrasi, penanganan kemiskinan, padat karya infrastruktur, pengembangan UMKM hingga pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
BACA JUGA: Danais Tak Jadi Dipotong, Pemda DIY Kejar Target RPJMD Sampai 2027
Termasuk event pariwisata yang sempat diajukan menggunakan danas juga harus berjalan seperti
Festival Kuliner, Keroncong Pesisir, Kirab Bregodo, Simfoni Pesisir Selatan, dan Festival Lampion, karena sudah tidak ada refocusing danais. “Kami dari DPRD Bantul dan Fraksi Gerindra siap mengawal pemanfaatan danais,” ucapnya.
Saryanto menilai selama ini danais telah memberikan dampak yang cukup besar di Bantul. “Pemanfaatan danais 2026 diharapkan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan,” tandasnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih juga mengungkapkan rasa syukurnya karena danais untuk DIY tidak dipangkas. Dengan demikian Pemda DIY dan kabupaten kota khususnya di Bantul dapat lebih meningkatkan program keistimewaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.