Konservator Penyu di Bantul Terima Bantuan

Arief Junianto
Arief Junianto Selasa, 29 Oktober 2019 21:27 WIB
Konservator Penyu di Bantul Terima Bantuan

Suasana focus group discussion yang dilakukan di ruang rapat Gedhang Dinas Pertanian Pangan kelautan dan Perikanan Bantul, Selasa (29/10/2019)./Istimewa-Dinas Kelautan dan Perikanan DIY.

Harianjogja.com, BANTUL—Kelompok Masyarakat Penggiat Konservasi (Kompak) Bantul menerima bantuan sejumlah peranti konservasi dari Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang, Provinsi Banten, Selasa (29/10/2019). Serah terima itu dilakukan di sela-sela focus group discussion yang dilakukan di ruang rapat Gedhang Dinas Pertanian Pangan kelautan dan Perikanan Bantul.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Bayu Mukti Sasongko mengatakan kawasan pantai di Kabupaten Bantul terutama Pantai Samas, Pantai Pelangi, maupun Pantai Gua Cemara menjadi tempat favorit bagi penyu untuk mendarat. Pasalnya pantai-pantai itu memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan inkubasi bagi penyu.

Terkait dengan upaya pelestarian penyu itu, selama ini dinasnya telah bekerja sama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY dan Fakultas Biologi UGM untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat dan para konsrvator. Hal itu dilakukan agar penyu sebagai satwa yang dilindungi tidak punah, seiring dengan pesatnya pembangunan wilayah pesisir.

“Kami berharap bantuan ini dapat mendorong terjadinya peningkatan produktivitas masyarakat, serta meningkatkan partisipasi masyarakat, baik dalam hal perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan konservasi,” kata Bayu melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Selasa.

Kepala LPSPL Serang, Sarif Iwan Taruna Alkadri mengatakan bantuan diserahterimakan kepada kelompok masyarakat penggerak konservasi yang ada di Bantul. Pasalnya kelompok masyarakat penggerak konservasi yang ada di Bantul sejauh ini terbilang cukup aktif.

Adapun beberapa peranti yang ia berikan kepada kelompok masyarakat konservasi di antaranya kendaraan all terrain vehicle (ATV), radio frekuensi mobile, global positioning system (GPS), kamera digital, dan handy talky. “Kami berharap masyarakat bisa terus bersemangat dan kukuh melindungi melestarikan kondisi alam demi keberlangsungan hidup penyu,” ujar dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online