Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 Lengkap
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Peserta diskusi tentang pengelolaan SDM era Milenial berfoto bersama. /Ist-KPHRI.
Harianjogja.com, JOGJA-- Pemda DIY berharap ada banyak masukan dari berbagai pihak dalam rangka pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di era milenial. Ada anggapan SDM era saat ini hanya kuat bekerja di suatu perusahaan atau instansi sekitar dua hingga tahun kemudian berpindah tempat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Andung Prihadi mengatakan, banyak pihak menilai generasi milenial saat ini tidak loyal terhadap perusahaan. Terbukti dengan kebiasaan bekerja di suatu instansi atau perusahaan dengan durasi waktu lumayan pendek. Bahkan seringkali hanya dua hingga tiga tahun saja kemudian keluar dan pindah.
"Paradigma anak muda milenial ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih loyal dan ketika bekerja bisa sampai pensiun," ungkapnya dalam Talent Management for Millenials, Rabu (30/10/2019).
Andung menilai pembahasan SDM di era milenial sangat strategis karena banyak pihak yang berkepentingan untuk bagaimana mengelolanya. Terutama cara mendekati mereka agar bisa bekerja secara maksimal di suatu instansi, karena harus diakui saat ini hingga 15 tahun ke depan SDM akan berganti pada generasi yang lahir di tahun 2000 ke atas.
"Kami berharap ada semacam rekomendasi untuk Pemda DIY dari hasil pembahasan persoalan ini, karena staf-staf saat ini saat ini sudah banyak diisi tenaga muda era milenial," ujarnya.
Melalui rekomendasi tersebut, diharapkan ada strategi yang bisa diterapkan untuk melakukan pendekatan pada generasi saat ini. "Terutama rekomendasi ini dapat kami jadikan referensi dalam mengolah kebijakan yang sesuai dengan perkembangan zaman," katanya.
Ketua Umum KPHRI, Isnantyo Widodo menyatakan, secara prinsip pihaknya siap memberikan masukan bagi Pemda DIY terkait pengelolaan SDM era milenial. Bakat ketrampilan unggul yang dimiliki generasi saat ini memang menjadi tantangan berat bagi suatu perusahaan untuk mengelolanya. Bahkan jika salah kelola justru menjadikan perusahaan sulit berkembang.
"Dalam diskusi ini kami ingin mengetahui dan bagaimana mengelola SDM yang sudah ada, khususnya dari generasi milenial. Begitu juga dunia pendidikan, dosen maupun pengajar harus bisa membuat nyaman belajar, baik di dalam maupun luar ruangan," katanya.
Dalam diskusi yang dihelat KPHRI ini dihadiri sejumlah praktisi dan akademisi, antara lain, Human Capital Director Maybank, Irvandi Ferizal serta Guru Besar UGM Profesor Djamaludin Ancok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.